Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Sukabumi Diguncang Dua Gempa, Warga Panik Lari Keluar Rumah

Maret 15, 2026
Reading Time:3 mins read
Sukabumi Diguncang Dua Gempa, Warga Panik Lari Keluar Rumah

Gempa Mengguncang Kota Sukabumi, Warga Panik dan Berlarian Keluar Rumah

Pada Minggu (15/3/2026), kota Sukabumi diguncang dua kali gempa bumi yang menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Gempa pertama terjadi pada pukul 00.36.13 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,2. Hasil analisis sementara dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 6.97 Lintang Selatan dan 106.98 Bujur Timur, atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

RELATED POSTS

Prabowo Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8 M: Saya Pakai Maung, Buatan Indonesia

Malaysia, Brunei, dan Singapura Rayakan Lebaran 21 Maret

Purbaya Setuju Potong Gaji Menteri untuk Hemat Anggaran

Banyak warga merasakan getaran gempa tersebut. Beberapa bahkan sempat panik hingga berlarian keluar rumah. Aprianti (34), warga Kecamatan Kebonpedes, mengaku terkejut saat merasakan getaran gempa ketika dirinya sedang tertidur di dalam rumah.

“Saya lagi tidur, tiba-tiba terasa getaran. Saya langsung bangun dan lari keluar rumah karena takut,” kata Aprianti kepada sumber lokal.

Ia menuturkan, suaminya yang saat itu berada di depan rumah juga langsung berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan anak mereka yang sedang tertidur di kamar.

“Suami saya yang tadinya di luar rumah langsung masuk dan membawa anak kami keluar kamar karena takut terjadi apa-apa,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Rudi (45), warga lainnya di Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat saat dirinya bersama warga baru saja selesai melakukan kerja bakti.

“Saat itu kami baru beres kerja bakti. Tiba-tiba terasa getaran cukup kencang, seperti anjlok. Kami yang ada di luar langsung berlarian karena kaget,” ujar Rudi.

Menurutnya, meski getaran hanya berlangsung beberapa detik, namun cukup membuat warga panik dan bergegas menjauh dari bangunan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Gempa Susulan Magnitudo 2,1

Tak lama kemudian, gempa bumi susulan kembali terjadi. Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 2,1 dan terjadi pada pukul 03.42.05 WIB.

BMKG mencatat titik koordinat gempa berada di 6,97 Lintang Selatan dan 107,02 Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer tenggara Kota Sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa ini merupakan gempa susulan setelah sebelumnya wilayah tenggara Kota Sukabumi diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,2 pada pukul 00.36.13 WIB.

Berdasarkan pemetaan titik episentrum, gempa utama diduga terjadi di wilayah sekitar antara Desa Karangjaya dan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo 2,1 memiliki episentrum di sekitar Desa Caringin, yang juga berada di Kecamatan Gegerbitung.

Dari dua titik episentrum tersebut, rangkaian gempa terpantau mengarah ke wilayah timur Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, menuju perbatasan wilayah Kabupaten Cianjur.

Petugas Penanggulangan Kecamatan Gegerbitung, Ofeq, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

“Pascagempa pertama magnitudo 4,2 dan gempa susulan, kami belum mendapatkan informasi adanya kerusakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga pukul 04.30 WIB, hasil inventarisasi sementara yang dilakukan di wilayah Kecamatan Gegerbitung belum menemukan adanya laporan kerusakan dari masyarakat.

“Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi pascagempa,” tutup Ofeq.

Penjelasan dari BMKG

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Wilayah Sukabumi diketahui berada di jalur Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Aktivitas sesar tersebut kerap memicu gempa bumi dangkal yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.


Share61Tweet38

RelatedPosts

Prakiraan Cuaca Malang dan Batu 16 Maret 2026: Hujan Ringan dan Kabut Pagi
News

Prakiraan Cuaca Malang dan Batu 16 Maret 2026: Hujan Ringan dan Kabut Pagi

Maret 15, 2026
Prabowo Percepat Pembangunan Jembatan dan Gentengisasi
News

Prabowo Percepat Pembangunan Jembatan dan Gentengisasi

Maret 15, 2026
Jatim Terpopuler: Karier Sekda Sidoarjo dan Tradisi Bukber Mewah serta Candi Ngetos
News

Jatim Terpopuler: Karier Sekda Sidoarjo dan Tradisi Bukber Mewah serta Candi Ngetos

Maret 14, 2026
Kapolri Sigit Pantau Arus Mudik di Stasiun Tugu Yogyakarta
News

Kapolri Sigit Pantau Arus Mudik di Stasiun Tugu Yogyakarta

Maret 19, 2026
Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Tikus di Pelabuhan Dufa-Dufa Ternate
News

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Tikus di Pelabuhan Dufa-Dufa Ternate

Maret 19, 2026
Ismail Buka 2 Kewenangan Parkir di Toko Satu Makassar
News

Ismail Buka 2 Kewenangan Parkir di Toko Satu Makassar

Maret 15, 2026
Next Post
Serangan Pakistan ke Afghanistan, Empat Tewas

Serangan Pakistan ke Afghanistan, Empat Tewas

Pusat Gempa Sukabumi di Dekat Gunung Padang, Penyerap Gempa Alami

Pusat Gempa Sukabumi di Dekat Gunung Padang, Penyerap Gempa Alami

Pengakuan Kesalahan Penelitian Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Minta Maaf: Saya Terluka dengan Temuan Sendiri

Pengakuan Kesalahan Penelitian Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Minta Maaf: Saya Terluka dengan Temuan Sendiri

Recommended Stories

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 18 Dibuka Tadi Malam

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 18 Dibuka Tadi Malam

Agustus 17, 2021
5 Fakta Kasus Pemerasan THR Bupati Cilacap, Target Rp750 Juta

5 Fakta Kasus Pemerasan THR Bupati Cilacap, Target Rp750 Juta

Maret 15, 2026
Bupati Majalengka Eman Suherman Zaki Mal di Baznas, Ajak ASN dan Pengusaha Berzakat

Bupati Majalengka Eman Suherman Zaki Mal di Baznas, Ajak ASN dan Pengusaha Berzakat

Maret 14, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN