Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Pusat Gempa Sukabumi di Dekat Gunung Padang, Penyerap Gempa Alami

Maret 15, 2026
Reading Time:3 mins read
Pusat Gempa Sukabumi di Dekat Gunung Padang, Penyerap Gempa Alami

RELATED POSTS

Prabowo Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8 M: Saya Pakai Maung, Buatan Indonesia

Malaysia, Brunei, dan Singapura Rayakan Lebaran 21 Maret

Purbaya Setuju Potong Gaji Menteri untuk Hemat Anggaran

Gempa di Gegerbitung Sukabumi Mengagetkan Warga

Dua kali gempa yang terjadi di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mengagetkan warga setempat. Peristiwa tersebut terjadi pada tengah malam dan menjelang sahur. Pusat gempa berada tidak jauh dari lokasi Situs Megalitikum Gunung Padang, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari titik gempa. Situs ini terletak di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dan menjadi perhatian para ahli karena struktur bangunannya yang unik.

Keunikan Struktur Situs Megalitikum Gunung Padang

Para ahli meyakini bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang memiliki struktur tahan gempa. Hal ini disebabkan oleh penggunaan batu andesit berkolom yang disusun secara teknis oleh manusia, bukan sekadar hasil alam. Struktur punden berundak ini dirancang untuk tetap stabil dan mampu menahan guncangan selama ribuan tahun.

Beberapa poin penting tentang Situs Gunung Padang sebagai peredam energi gempa adalah:

  • Teknik Konstruksi: Batu andesit yang berbentuk balok disusun dengan rapi (struktur buatan manusia) sehingga situs ini fleksibel saat terjadi gempa.
  • Ketahanan Struktur: Meskipun berada di daerah yang sering mengalami gempa (Cianjur), struktur punden berundak Gunung Padang terbukti mampu meredam energi gempa.
  • Struktur Berlapis: Penelitian menunjukkan adanya beberapa lapisan bangunan, di mana struktur tertua di bagian bawah diyakini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan.
  • Posisi Stabil: Beberapa pendapat menyebutkan situs ini berada di area yang secara geologis relatif stabil dibanding area sekitarnya.
  • Kearifan Lokal: Struktur ini mencerminkan kearifan lokal masa lalu dalam beradaptasi dengan lingkungan yang rentan terhadap bencana gempa bumi.

Gempa Susulan di Wilayah Sukabumi

Gempa bumi susulan kembali terjadi di wilayah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026) dini hari. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 2,1 dan terjadi pada pukul 03.42.05 WIB.

BMKG mencatat titik koordinat gempa berada di 6,97 Lintang Selatan dan 107,02 Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer tenggara Kota Sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini merupakan gempa susulan setelah sebelumnya wilayah tenggara Kota Sukabumi diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,2 pada pukul 00.36.13 WIB.

Berdasarkan pemetaan titik episentrum, gempa utama diduga terjadi di wilayah sekitar antara Desa Karangjaya dan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo 2,1 memiliki episentrum di sekitar Desa Caringin, yang juga berada di Kecamatan Gegerbitung.

Dari dua titik episentrum tersebut, rangkaian gempa terpantau mengarah ke wilayah timur Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, menuju perbatasan wilayah Kabupaten Cianjur.

Tidak Ada Kerusakan Akibat Gempa

Petugas Penanggulangan Kecamatan Gegerbitung, Ofieq, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Pasca kejadian gempa pertama magnitudo 4,2 dan gempa susulan, kami belum mendapatkan informasi adanya kerusakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga pukul 04.30 WIB, hasil inventarisasi sementara yang dilakukan di wilayah Kecamatan Gegerbitung belum menemukan adanya laporan kerusakan dari masyarakat. “Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi pascagempa,” tutup Ofeq.

Penjelasan BMKG Mengenai Gempa

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Wilayah Sukabumi diketahui berada di jalur Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Aktivitas sesar tersebut kerap memicu gempa bumi dangkal yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Share61Tweet38

RelatedPosts

SIM Keliling Tangerang Selatan 15 Maret 2026, Syaratnya Ini!
News

SIM Keliling Tangerang Selatan 15 Maret 2026, Syaratnya Ini!

Maret 14, 2026
Langkah Cepat Polri Ungkap Pelaku Serangan KontraS, Dapat Pujian Publik
News

Langkah Cepat Polri Ungkap Pelaku Serangan KontraS, Dapat Pujian Publik

Maret 19, 2026
Warga Pelaihari Tanahlaut Apresiasi Kios Pengendali Inflasi, Harapan Harga Pangan Stabil
News

Warga Pelaihari Tanahlaut Apresiasi Kios Pengendali Inflasi, Harapan Harga Pangan Stabil

Maret 15, 2026
Atap Pasar Ploso Jombang Roboh, Kontraktor Soroti Bangunan Tua
News

Atap Pasar Ploso Jombang Roboh, Kontraktor Soroti Bangunan Tua

Maret 19, 2026
Pemprov Maluku Utara Atur Jadwal Kerja Pegawai Saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026
News

Pemprov Maluku Utara Atur Jadwal Kerja Pegawai Saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Maret 15, 2026
Kepala Daerah Tak Perlu Beri THR untuk Forkopimda, KPK Ingatkan Ancaman Hukum
News

Kepala Daerah Tak Perlu Beri THR untuk Forkopimda, KPK Ingatkan Ancaman Hukum

Maret 15, 2026
Next Post
1.000 Anak Yatim Pilih Baju Lebaran Impian, Program SEBARAN 5.0 Pertamina Group

1.000 Anak Yatim Pilih Baju Lebaran Impian, Program SEBARAN 5.0 Pertamina Group

Suhu Jakarta Tembus 35,4°C, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Suhu Jakarta Tembus 35,4°C, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Cerah atau Hujan?

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Cerah atau Hujan?

Recommended Stories

Pengertian dan Fungsi Database dalam Pemrograman

Pengertian dan Fungsi Database dalam Pemrograman

Oktober 4, 2021
Warga Kalukku Kesulitan Dapat Gas Melon, Harga Tembus Rp50 Ribu Jelang Lebaran

Warga Kalukku Kesulitan Dapat Gas Melon, Harga Tembus Rp50 Ribu Jelang Lebaran

Maret 19, 2026
Opini: Nyepi, Stoikisme, dan Jalan Kebajikan

Opini: Nyepi, Stoikisme, dan Jalan Kebajikan

Maret 15, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN