Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal 1447 H Digelar di 117 Titik Seluruh Indonesia
Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menggelar kegiatan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya berlangsung di Balai Rukyat Ibnu Syatir, Pondok Pesantren Al Islam Ponorogo, Jawa Timur.
Acara rukyatul hilal ini dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pengarahan teknis sebelum proses pengamatan. Pengamatan dilakukan menjelang waktu maghrib dengan syarat bahwa posisi hilal harus berada di atas ufuk minimal 3 derajat. Hasil dari pengamatan ini akan menjadi dasar dalam penetapan Idul Fitri melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.
Lokasi dan Proses Pelaksanaan
Salah satu lokasi yang dipilih untuk kegiatan rukyatul hilal adalah Balai Rukyat Ibnu Syatir di Pondok Pesantren Al Islam Ponorogo. Lokasi ini dipilih karena memiliki ketinggian yang memadai untuk pengamatan hilal. Tamu undangan yang hadir dapat melihat secara langsung apakah hilal terlihat atau tidak.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Mohammad Thohari, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemantauan hilal yang dilaksanakan di 117 titik lokasi se-Indonesia. “Kami dipilih dari 117 lokasi pemantauan hilal 1 Syawal 1447 H di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pengamatan dilakukan pada hari Kamis, 19 Maret 2026, pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, acara dimulai dengan pembukaan, sambutan dari kepala atau pengasuh pondok pesantren, serta Plt Bupati Ponorogo. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengarahan teknis mengenai prosedur rukyatul hilal.
Persyaratan Pengamatan Hilal
Thohari menegaskan bahwa kondisi pengamatan hilal harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya adalah posisi hilal harus berada di atas ufuk saat maghrib dengan ketinggian minimal 3 derajat. Selain itu, elongasi minimal harus mencapai 6,4 derajat pada tanggal 29 Ramadhan, yaitu 19 Maret 2026.
“Kita hanya melakukan rukyat saja. Jika hilal terlihat, kami akan melaporkannya ke Kanwil Jatim dan kemudian diteruskan ke Kemenag pusat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa hasil dari rukyatul hilal ini akan menjadi dasar dalam penetapan awal Syawal 1447 H. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa semua hasil pengamatan akan dikirimkan ke Kanwil Jatim dan selanjutnya ke Kemenag pusat untuk dilakukan sidang isbat.
Pentingnya Rukyatul Hilal
Rukyatul hilal merupakan tradisi lama yang masih dilestarikan sebagai cara menentukan awal bulan hijriyah. Proses ini melibatkan para ahli astronomi, tokoh agama, dan masyarakat umum dalam upaya memastikan keakuratan penanggalan hijriyah.
Dalam pelaksanaannya, rukyatul hilal tidak hanya bertujuan untuk menentukan awal bulan, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bersatu dalam merayakan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.













