Penyebaran Kasus Campak di Kota Padang pada Tahun 2026
Pada tahun 2026, terjadi peningkatan kasus campak di beberapa kelurahan di Kota Padang. Wilayah-wilayah yang tercatat mengalami peningkatan ini antara lain Kelurahan Andalas, Dadok Tunggul Hitam, dan Parak Kerakah. Peningkatan ini menunjukkan pentingnya tindakan pencegahan dan pengawasan lebih ketat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Data Kasus Campak di Puskesmas Dadok
Puskesmas Dadok mencatat sebanyak 24 kasus suspek campak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Januari: 12 kasus
- Februari: 6 kasus
- Maret: 6 kasus
Kepala Puskesmas Dadok, dr. Elmita, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan data suspek campak yang tercatat di wilayah kerja puskesmas tersebut selama tahun 2026. Meski demikian, pihak puskesmas belum melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah semua pasien tersebut benar-benar positif campak.
Namun, menurut Elmita, para pasien yang tercatat sebagai suspek telah menunjukkan gejala khas penyakit campak. Salah satu gejalanya adalah munculnya ruam bintik-bintik di badan. Sampai saat ini, kondisi pasien tersebut sudah membaik.
Selain itu, pada tahun 2025 lalu, Puskesmas Dadok mencatat jumlah kasus yang jauh lebih tinggi. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 150 kasus campak di wilayah kerja puskesmas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kasus campak pada tahun 2026 tidak bisa dianggap remeh.
Elmita menyatakan bahwa pihak puskesmas terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, keluarga pasien juga diminta melakukan isolasi sementara terhadap penderita campak.
“Tujuannya agar penyakit tidak menyebar ke anggota keluarga yang lain,” jelasnya.
Kasus Campak di Puskesmas Parak Kerakah
Di wilayah kerja Puskesmas Parak Kerakah, kasus campak juga tercatat pada tahun 2026. Kepala Puskesmas Parak Kerakah, dr. Roselinda, menyebutkan bahwa pihaknya mencatat sebanyak enam orang terinfeksi campak dalam tahun tersebut.
Rincian kasusnya adalah sebagai berikut:
- Januari: 2 kasus
- Februari: 4 kasus
- Maret: 0 kasus
Roselinda menyebutkan bahwa kasus terbanyak terjadi pada Februari 2026. Untuk mencegah penyebaran penyakit, Puskesmas Parak Kerakah terus melakukan pemantauan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Baik Puskesmas Dadok maupun Parak Kerakah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan pencegahan penyebaran penyakit. Mereka menyarankan keluarga pasien untuk melakukan isolasi sementara dan memperhatikan gejala awal penyakit campak.
Selain itu, kedua puskesmas juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan. Dengan adanya edukasi dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit campak di masa mendatang.











