Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Kapan Lebaran 2026? Prediksi BRIN dan BMKG, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret

Maret 15, 2026
Reading Time:3 mins read
Kapan Lebaran 2026? Prediksi BRIN dan BMKG, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret

Perbedaan Penentuan Tanggal Lebaran 2026

Lebaran 2026 menjadi topik yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Banyak orang mulai bertanya, berapa hari lagi Lebaran 2026? Pertanyaan ini juga masuk dalam daftar tren Google hari ini. Berdasarkan prediksi perhitungan astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1 Syawal 1447 H bakal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

RELATED POSTS

Prabowo Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8 M: Saya Pakai Maung, Buatan Indonesia

Malaysia, Brunei, dan Singapura Rayakan Lebaran 21 Maret

Purbaya Setuju Potong Gaji Menteri untuk Hemat Anggaran

Namun, ada potensi perbedaan penentuan tanggal Lebaran antara lembaga pemerintah dan organisasi keagamaan. PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Keputusan tersebut didasarkan pada perhitungan hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan 19 Maret 2026, pukul 01:23:28 UTC. Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, sebelum pukul 24:00 UTC terdapat wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1. Dengan demikian jika mengikuti Lebaran 2026 Muhammadiyah maka tersisa 4 hari menjelang Idul Fitri 1447 H.

Sementara itu, Pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H akan berlangsung. Kepastian tanggal Lebaran akan diumumkan setelah sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan. Dalam sidang tersebut, penentuan awal Syawal dilakukan dengan dua cara, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung terhadap hilal (rukyatul hilal).

Jika bulan sabit terlihat dan memenuhi kriteria yang disepakati negara-negara MABIMS, maka 1 Syawal ditetapkan pada hari berikutnya. Namun jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari. Sidang isbat akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyebutkan bahwa proses penetapan ini melibatkan banyak pihak, seperti ahli astronomi dari BMKG dan BRIN, pengelola planetarium dan observatorium, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait lainnya. “Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegasnya dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (1/3/2026).

Prediksi BRIN dan BMKG

BRIN dan BMKG juga memberikan prediksi bahwa 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026. Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Selasa (10/3/2026), perhitungan astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kemungkinan Lebaran 2026 jatuh pada 21 Maret 2026. Hal ini disampaikan oleh Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, yang memperkirakan Idul Fitri 1447 H versi pemerintah berpotensi berlangsung pada tanggal tersebut.

Prediksi itu didasarkan pada posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 di kawasan Asia Tenggara. Menurut Thomas, ketinggian bulan pada waktu tersebut diperkirakan masih berada di bawah batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria MABIMS. “Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat,” terang Thomas.

Namun, hasil perhitungan astronomi menunjukkan posisi hilal di Indonesia saat maghrib 19 Maret 2026 kemungkinan belum memenuhi syarat tersebut. Dengan kondisi itu, hilal diperkirakan belum bisa diamati sehingga bulan Ramadan kemungkinan digenapkan menjadi 30 hari.

Serupa dengan BRIN, BMKG juga menyebutkan mengacu pada peta ketinggian hilal tahun 2026 untuk memantau kemungkinan terlihatnya bulan sabit muda sebagai penanda awal bulan Syawal. Posisi hilal pada 29 Ramadhan 1447 Hijriah atau 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas yang digunakan negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria MABIMS menetapkan awal bulan hijriah dapat ditetapkan jika ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

Jika posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut, maka bulan Ramadhan biasanya digenapkan menjadi 30 hari, sehingga awal Syawal diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Data Astronomi BMKG

Berdasarkan perhitungan BMKG, konjungsi geosentrik (ijtimak), yaitu saat bujur ekliptika Bulan dan Matahari berada pada posisi yang sama jika diamati dari pusat Bumi, diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23.23 WIB. Dalam waktu universal, peristiwa tersebut terjadi pada 01.23.23 UT, atau 09.23.23 WITA dan 10.23.23 WIT. Pada saat itu, nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tercatat 358,45 derajat.

BMKG juga mencatat bahwa periode sinodis Bulan, yakni jarak waktu antara konjungsi sebelumnya (awal Ramadan 1447 H) hingga konjungsi berikutnya (awal Syawal 1447 H), berlangsung selama 29 hari 13 jam 22 menit. Sementara itu, pada tanggal yang sama, waktu matahari terbenam di Indonesia bervariasi. Matahari terbenam paling awal diperkirakan terjadi pada 17.48.13 WIT di Waris, Papua, sedangkan yang paling akhir terjadi pada 18.49.39 WIB di Banda Aceh, Aceh.

Karena konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia pada 19 Maret 2026, maka secara astronomis pengamatan hilal untuk menentukan awal Syawal dapat dilakukan setelah matahari terbenam pada hari tersebut. Data astronomi BMKG menunjukkan posisi hilal saat matahari terbenam 19 Maret 2026 relatif rendah. Kondisi ini membuat kemungkinan terlihatnya hilal di sebagian wilayah Indonesia menjadi terbatas dan masih bergantung pada hasil rukyatul hilal.

Jika skenario tersebut terjadi, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.


Share61Tweet38

RelatedPosts

Lebaran 2026 di Ragunan, Target 400 Ribu Pengunjung Mulai H+1 Idulfitri
News

Lebaran 2026 di Ragunan, Target 400 Ribu Pengunjung Mulai H+1 Idulfitri

Maret 19, 2026
Diproyeksi Tumbuh Rp2.100 Triliun, Menkominfo Dorong Sektor e-Health Untuk Berkolaborasi - Selular.ID
Apps

Diproyeksi Tumbuh Rp2.100 Triliun, Menkominfo Dorong Sektor e-Health Untuk Berkolaborasi – Antoni Blog

Desember 1, 2021
Laila Jual Sarang Ketupat Raup Rp 2 Juta dalam 3 Hari, Ternyata Permintaan Menurun
News

Laila Jual Sarang Ketupat Raup Rp 2 Juta dalam 3 Hari, Ternyata Permintaan Menurun

Maret 19, 2026
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Ruko Dua Lantai di Ampek Angkek Agam
News

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Ruko Dua Lantai di Ampek Angkek Agam

Maret 19, 2026
Israel Kehabisan Amunisi Anti-Rudal dan Drone
News

Israel Kehabisan Amunisi Anti-Rudal dan Drone

Maret 14, 2026
Kawasan Perkotaan Malinau Terendam Banjir, Air Capai 1 Meter Sejak Dini Hari
News

Kawasan Perkotaan Malinau Terendam Banjir, Air Capai 1 Meter Sejak Dini Hari

Maret 19, 2026
Next Post
Prabowo Percepat Pembangunan Jembatan dan Gentengisasi

Prabowo Percepat Pembangunan Jembatan dan Gentengisasi

Pemuda Desak Evaluasi Majelis Rakyat Papua yang Gagal Berfungsi

Pemuda Desak Evaluasi Majelis Rakyat Papua yang Gagal Berfungsi

Kembangkan Bisnis Limbah, TBS Energi Siapkan Dana 200 Juta Dolar

Recommended Stories

Kegagalan Otsus II dan Tidak Adil bagi Rakyat Papua, Akia Wenda: Bubarkan MRP

Kegagalan Otsus II dan Tidak Adil bagi Rakyat Papua, Akia Wenda: Bubarkan MRP

Maret 15, 2026
Berita Terkini: Penjualan Royal Enfield Naik; Ekspor Suzuki Indonesia Meningkat

Berita Terkini: Penjualan Royal Enfield Naik; Ekspor Suzuki Indonesia Meningkat

Maret 15, 2026
Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka KPK Terkait Pungutan THR Rp750 Juta

Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka KPK Terkait Pungutan THR Rp750 Juta

Maret 15, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN