Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Kegagalan Otsus II dan Tidak Adil bagi Rakyat Papua, Akia Wenda: Bubarkan MRP

Maret 15, 2026
Reading Time:2 mins read
Kegagalan Otsus II dan Tidak Adil bagi Rakyat Papua, Akia Wenda: Bubarkan MRP

Kritik Terhadap Kinerja Majelis Rakyat Papua

Seorang pemuda gereja di Papua, Akia Wenda, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Majelis Rakyat Papua (MRP), yang dinilai gagal melindungi hak dasar masyarakat asli Papua. Dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II, MRP dianggap pasif dalam menangani isu kemanusiaan dan proyek strategis nasional yang berdampak pada warga. Desakan untuk membubarkan lembaga kultural ini semakin menguat jika evaluasi total tidak segera dilakukan oleh pemerintah.

RELATED POSTS

Prabowo Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8 M: Saya Pakai Maung, Buatan Indonesia

Malaysia, Brunei, dan Singapura Rayakan Lebaran 21 Maret

Purbaya Setuju Potong Gaji Menteri untuk Hemat Anggaran

Akia menilai MRP sebagai lembaga kultural yang gagal menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua Jilid II. Ia menilai bahwa MRP tidak lagi menjadi representasi suara rakyat asli Papua dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan dan konflik. Bahkan, lembaga tersebut dinilai cenderung pasif dan mengabaikan hak-hak dasar konstituennya demi kepentingan birokrasi semata.

“Otsus seharusnya menjadi jalan keluar bagi berbagai persoalan masyarakat Papua. Tetapi kenyataannya hari ini rakyat masih menghadapi banyak masalah, sementara lembaga yang diberi mandat justru tidak menjalankan fungsinya,” kata Akia kepada Tribun Papua, Minggu (15/3/2026).

Akia juga menyoroti minimnya peran MRP dalam merespons dampak operasi militer serta pembangunan proyek strategis nasional di wilayah selatan Papua. Kebijakan pemekaran daerah yang masif juga dinilai berjalan tanpa pertimbangan kultural yang mendalam dari lembaga tersebut. Padahal, menurut Akia, MRP seharusnya hadir sebagai pelindung saat masyarakat menghadapi masalah kemanusiaan atau kehilangan ruang hidup akibat ekspansi pembangunan.

“Tapu kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat sering kali berjuang sendiri tanpa pendampingan dari MRP yang merupakan lembaga yang memegang mandat legal,” bebernya.

Implementasi Otsus Jilid II yang diproyeksikan hingga tahun 2041 seharusnya menjadi solusi bagi kesejahteraan rakyat di kampung-kampung. Akia menilai kebijakan ini belum memberikan dampak signifikan karena lembaga penyalurnya tidak bekerja secara maksimal. Dirinya khawatir penderitaan baru bagi rakyat Papua berpotensi muncul jika Otsus dijalankan tanpa tanggung jawab moral dan pengawasan ketat.

“Rakyat membutuhkan lembaga yang berani berdiri di garda terdepan untuk membela kepentingan masyarakat, bukan sekadar simbol formalitas kelembagaan,” tegas Akia.

“MRP seharusnya menjadi suara rakyat Papua. Tetapi yang terlihat sekarang, lembaga itu seperti sedang tidur dan hanya memikirkan kepentingan sendiri. Saya setuju jika MRP dibubarkan apabila tidak lagi memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua,” imbuh Akia.

Lebih lanjut Akia menyebut kritik ini merupakan dukungan terhadap seruan aktivis Papua yang menginginkan reformasi total terhadap birokrasi otonomi khusus. Akia berharap pemerintah pusat segera mengaudit kinerja MRP untuk melihat efektivitas anggaran dan kebijakan yang telah dikeluarkan.

“Evaluasi ini sangat penting supaya dana dan kewenangan besar dalam kerangka Otsus benar-benar terserap untuk proteksi orang asli Papua (OAP),” pintanya.

Kerpihakan nyata dari pemerintah dan lembaga adat menjadi satu-satunya cara untuk meredam ketidakpuasan publik yang kian meningkat. Sebab itu, Akia kembali menegaskan, bahwa Papua tidak membutuhkan lembaga yang hanya menjadi penonton di tengah konflik dan ketidakadilan sosial.

Masa depan Papua bergantung pada keberanian pemimpin lembaga dalam menyuarakan kebenaran demi hak asasi manusia. “Jika MRP tetap mempertahankan sikap diamnya, maka keberadaan lembaga ini dianggap hanya membebani keuangan negara tanpa manfaat konkret bagi rakyat. Kami (masyarakat) menuntut aksi nyata yang menyentuh persoalan mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kedaulatan atas tanah adat,” pungkas Akia.


Share61Tweet38

RelatedPosts

Rafli Anggota Damkar Tidore Dapat Perawatan Medis Terbaik dari Biddokkes Polda Maluku Utara
News

Rafli Anggota Damkar Tidore Dapat Perawatan Medis Terbaik dari Biddokkes Polda Maluku Utara

Maret 14, 2026
Populasi Adopsi Device 5G di Jaringan Indosat Ooredoo Tumbuh 41 Persen   - Selular.ID
News

Populasi Adopsi Device 5G di Jaringan Indosat Ooredoo Tumbuh 41 Persen   – Antoni Blog

Desember 2, 2021
Bank Muamalat dan BMM Berikan Santunan untuk 2.026 Anak Yatim di Istiqlal
News

Bank Muamalat dan BMM Berikan Santunan untuk 2.026 Anak Yatim di Istiqlal

Maret 19, 2026
Klarifikasi Kepala SPPG Soal Video Cuci Ayam di Tempat Wudhu dan WC Masjid: Kondisi Mendesak
News

Klarifikasi Kepala SPPG Soal Video Cuci Ayam di Tempat Wudhu dan WC Masjid: Kondisi Mendesak

Maret 19, 2026
Kadistrik Fakfak Barat Ajak Warga Hindari Miras Saat Idulfitri 1447 H
News

Kadistrik Fakfak Barat Ajak Warga Hindari Miras Saat Idulfitri 1447 H

Maret 19, 2026
Pemprov Papua Barat Siapkan Kesiapsiagaan Jelang Idulfitri, Nyepi, dan Paskah 2026
News

Pemprov Papua Barat Siapkan Kesiapsiagaan Jelang Idulfitri, Nyepi, dan Paskah 2026

Maret 15, 2026
Next Post
Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk

Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, Warga Gegerbitung Panik Dini Hari

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, Warga Gegerbitung Panik Dini Hari

Dishub Parigi Moutong Siapkan 30 Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

Dishub Parigi Moutong Siapkan 30 Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

Recommended Stories

Fletro AMP Blogger Template

Fletro AMP v5.4 Blogger Template Free Download

November 7, 2021
Hari Ini Puncak Arus Mudik, Cek Jalur Alternatif dan Titik Rawan Kelok Cianjur, Waspada Lebih Baik Melalui Puncak 2

Hari Ini Puncak Arus Mudik, Cek Jalur Alternatif dan Titik Rawan Kelok Cianjur, Waspada Lebih Baik Melalui Puncak 2

Maret 19, 2026
Harga iPhone 17 Pro Max 2 TB Tiba di Lebaran 2026: Mulai Rp43,9 Juta

Harga iPhone 17 Pro Max 2 TB Tiba di Lebaran 2026: Mulai Rp43,9 Juta

Maret 19, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN