Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Dosen Ungkap 3 Penyebab Idul Fitri 2026 Serentak, Penetapan 1 Syawal 1447 H Pukul 19.24 WIB

Maret 19, 2026
Reading Time:2 mins read
Dosen Ungkap 3 Penyebab Idul Fitri 2026 Serentak, Penetapan 1 Syawal 1447 H Pukul 19.24 WIB

Penentuan Hari Raya Idul Fitri 2026

Pada hari ini, Kamis (19/3/2026), masyarakat Indonesia yang beragama Islam sedang menantikan pengumuman resmi mengenai tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Syawal. Sidang tersebut dijadwalkan digelar pada malam hari dan akan diumumkan pukul 19.24 WIB.

RELATED POSTS

Prabowo Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8 M: Saya Pakai Maung, Buatan Indonesia

Malaysia, Brunei, dan Singapura Rayakan Lebaran 21 Maret

Purbaya Setuju Potong Gaji Menteri untuk Hemat Anggaran

Proses penentuan awal bulan hijriah di Indonesia menggunakan metode MABIMS dengan syarat ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Bulan-Matahari minimal 6.4 derajat. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketinggian hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 diperkirakan berkisar antara 0.91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang. Sementara itu, elongasi geosentris diprediksi berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua hingga sekitar 6,1 derajat di Banda Aceh.

Namun, jika merujuk pada data BMKG dan kriteria MABIMS, kondisi tersebut belum memenuhi syarat perhitungan hilal. Oleh karena itu, kemungkinan besar Idul Fitri akan jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Di sisi lain, BRIN juga memberikan prediksi bahwa posisi hilal pada saat magrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Meskipun demikian, kepastian tanggal Idul Fitri di Indonesia tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah setelah seluruh proses verifikasi data hisab dan laporan rukyat selesai dilakukan. Agenda sidang isbat direncanakan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Proses penentuan awal bulan Syawal tidak dilakukan dalam satu tahap tunggal. Sidang isbat dilakukan melalui serangkaian agenda yang terbagi sejak sore hingga malam hari. Nantinya, Menteri Agama Nasaruddin Umar akan menetapkan 1 Syawal pada pukul 19.25 WIB.

Potensi Lebaran Serentak

Diketahui, terjadi perbedaan penetapan awal puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah antara organisasi Muhammadiyah dan pemerintah melalui Kemenag RI. Muhammadiyah menggunakan metode hisab sedangkan pemerintah menggunakan metode rukyat. Biasanya, awal bulan baru yang ditentukan dengan metode hisab datang sehari lebih cepat. Namun, bulan baru yang ditentukan dengan metode rukyat bisa jadi jatuh pada hari yang sama dengan hasil metode hisab.

Jika melihat 13 tahun terakhir, pada tahun 2014, 2022, 2024 dan 2026 terdapat perbedaan dalam memulai awal puasa. Pada 2014, awal Ramadan tanggal 28 Juni dan 29 Juni. Tahun 2022, awal puasa pada 2 April dan 3 April. Kemudian pada 2024, 1 Ramadan pada 11 dan 12 Maret. Tahun ini, 1 Ramadan masing-masing pada 18 Februari 2026 dan 19 Februari 2026.

Satu pendapat menarik disampaikan Eko Sutrisno, M.Pd, dosen Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah. Ia menyatakan bahwa meskipun awal Ramadhan bisa berbeda, akhir Ramadhan dan awal Syawal sering lebih seragam. Hal ini didasarkan pada tiga faktor utama.

  • Pertama, prediksi astronomi lebih mudah pada 29 hari berikutnya. Setelah awal Ramadhan berjalan, meteorologi astronomis bulan menjadi lebih stabil. Hilal Shawwal biasanya muncul lebih mudah dan lebih jelas dibanding hilal Sya’ban, karena bulan telah berputar hampir penuh dan memiliki ketinggian lebih tinggi di ufuk setelah matahari terbenam.
  • Kedua, koordinasi antarlembaga. Banyak negara atau kelompok mengadopsi kriteria hisab atau hasil rukyat bersama untuk Syawal setelah pengalaman perbedaan di awal Ramadan. Hal ini meminimalkan variasi keputusan untuk 1 Syawal sehingga banyak wilayah akhirnya menetapkan hari Lebaran yang sama.
  • Ketiga, perbedaan status Syawal. Syawal menandai akhir puasa dan perayaan Idul Fitri yang bersifat kolektif lebih luas. Oleh karena itu, kehendak agama dan organisasi sering menganjurkan kesatuan dalam keputusan Syawal demi kesatuan umat, sehingga meskipun awal Ramadhan berbeda, penetapan Lebaran cenderung bersatu.


Share61Tweet38

RelatedPosts

Jefri, Penyelundup Ballpress di Raihat Kembali Berulah, Satgas Yon Armed Gagalkan Aksinya
News

Jefri, Penyelundup Ballpress di Raihat Kembali Berulah, Satgas Yon Armed Gagalkan Aksinya

Maret 15, 2026
ATM Lumpuh, Nasabah Bank Jambi Terpaksa Antre Panjang jelang Lebaran
News

ATM Lumpuh, Nasabah Bank Jambi Terpaksa Antre Panjang jelang Lebaran

Maret 14, 2026
Tradisi Unik Potong Kebo dan Ngaduk Dodol Hiasi Lebaran Warga Depok
News

Tradisi Unik Potong Kebo dan Ngaduk Dodol Hiasi Lebaran Warga Depok

Maret 19, 2026
Warga Kalukku Kesulitan Dapat Gas Melon, Harga Tembus Rp50 Ribu Jelang Lebaran
News

Warga Kalukku Kesulitan Dapat Gas Melon, Harga Tembus Rp50 Ribu Jelang Lebaran

Maret 19, 2026
Penampakan uang THR Bupati Cilacap, tertangkap OTT KPK jelang Lebaran, berani peras kadis bisa nego
News

Penampakan uang THR Bupati Cilacap, tertangkap OTT KPK jelang Lebaran, berani peras kadis bisa nego

Maret 15, 2026
Hari Kedua Operasi Ketupat 2026, Korlantas Catat Peningkatan Kecelakaan Mudik
News

Hari Kedua Operasi Ketupat 2026, Korlantas Catat Peningkatan Kecelakaan Mudik

Maret 15, 2026
Next Post
Ditikam Saat Kunjungi Anaknya, Ali Larijani Tewas dalam Serangan AS-Israel

Ditikam Saat Kunjungi Anaknya, Ali Larijani Tewas dalam Serangan AS-Israel

Kasus Air Keras KontraS Jadi Sorotan, Ubedilah Desak TNI Ungkap Otak Pelaku

Kasus Air Keras KontraS Jadi Sorotan, Ubedilah Desak TNI Ungkap Otak Pelaku

Koboi Siang Bolong di Sebatik, Pria Bertopi Todong Ibu Toko

Koboi Siang Bolong di Sebatik, Pria Bertopi Todong Ibu Toko

Recommended Stories

Titik Berbahaya di Jalintim Pelalawan, Pemudik Diminta Waspada

Titik Berbahaya di Jalintim Pelalawan, Pemudik Diminta Waspada

Maret 15, 2026
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Ruko Dua Lantai di Ampek Angkek Agam

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Ruko Dua Lantai di Ampek Angkek Agam

Maret 19, 2026
Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk

Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk

Maret 15, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN