.CO.ID – JAKARTA.
Harga perak terus mengalami fluktuasi yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, terutama akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kenaikan harga logam mulia, termasuk emas dan perak, yang menjadi pilihan investasi bagi para investor ritel.
Berdasarkan data dari Bloomberg, pada Jumat (13/3/2026), harga emas spot berada di level US$ 5.019,49 per ons troi. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 15,67% sejak awal tahun. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Mei 2026 mencapai US$ 81,34 per ons troi. Harga tersebut telah naik sekitar 3,59% sejak awal tahun.
Strategi Pembagian Aset untuk Investor Ritel
Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, memberikan rekomendasi strategi pembagian aset yang dapat digunakan oleh investor ritel dengan pendekatan seimbang. Ia menyarankan agar emas tetap menjadi fondasi utama dalam portofolio logam mulia. Porsi emas disarankan mencapai 70%-80% dari total aset logam mulia karena sifatnya yang lebih stabil dan likuid, serta kemampuannya sebagai cadangan nilai.
Selain itu, ia menyarankan untuk alokasikan sekitar 20%-30% dari total aset ke perak. Porsi ini bertujuan untuk meningkatkan performa keseluruhan portofolio saat pasar komoditas sedang bullish. Potensi keuntungan persentase dari perak biasanya lebih tinggi dibandingkan emas.
“Gunakan strategi Dollar Cost Averaging (beli secara rutin) untuk memitigasi risiko volatilitas harga perak yang sangat dinamis. Dengan metode ini, harga rata-rata pembelian tetap kompetitif meskipun terjadi fluktuasi pasar,” ujar Wahyu kepada , Jumat (13/3/2026).
Pendekatan Diversifikasi yang Terukur
Sementara itu, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, juga memberikan panduan tentang pengelolaan aset yang bijak bagi investor ritel. Menurutnya, diversifikasi yang terukur adalah kunci sukses dalam investasi logam mulia.
Ia menyarankan agar investor menyisihkan sekitar 5%-10% dari total portofolio untuk logam mulia. Pembagian ini idealnya terdiri dari kombinasi antara emas untuk stabilitas dan perak untuk potensi pertumbuhan agresif. Metode dollar-cost averaging dianjurkan untuk memitigasi risiko harga.
Dengan mempertahankan porsi mayoritas pada aset produktif seperti saham atau instrumen pasar uang, kepemilikan perak akan berfungsi sebagai asuransi strategis. Hal ini membantu memberikan keseimbangan dalam portofolio saat sistem keuangan global menghadapi guncangan sistemik.
Keuntungan Investasi Perak
Perak memiliki keunggulan tersendiri dalam dunia investasi. Meskipun lebih volatil dibandingkan emas, perak sering kali menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar dalam kondisi pasar yang positif. Selain itu, perak juga memiliki aplikasi luas dalam industri, sehingga permintaan dari sektor manufaktur bisa menjadi faktor pendukung harga.
Namun, investor perlu memperhatikan risiko volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu, strategi seperti dollar-cost averaging sangat penting untuk mengurangi dampak fluktuasi harga. Dengan pendekatan yang tepat, perak bisa menjadi bagian penting dalam portofolio investasi yang seimbang.
Kesimpulan
Dalam situasi pasar yang tidak pasti, baik emas maupun perak memiliki peran masing-masing dalam portofolio investasi. Emas tetap menjadi pilihan utama karena stabilitasnya, sementara perak menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Dengan strategi pembagian aset yang tepat dan metode pengelolaan risiko yang baik, investor ritel dapat memaksimalkan keuntungan sambil tetap menjaga keseimbangan dalam portofolio mereka.












