Pembatalan Grand Prix di Bahrain dan Arab Saudi
Formula 1 dan badan pengaturnya, Federation Internationale de l’Automobile (FIA), telah membatalkan balapan Grand Prix di Bahrain dan Arab Saudi yang seharusnya diadakan pada tanggal 12 dan 19 April karena kekhawatiran tentang keselamatan. Keputusan ini diambil setelah situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memburuk akibat serangan AS-Israel terhadap Iran. Kedua negara tersebut menjadi sasaran serangan drone dan rudal dari Iran selama dua minggu terakhir, dengan alasan bahwa mereka memiliki pangkalan militer AS.
Pembatalan ini menyisakan kekosongan selama lima minggu di F1 antara putaran ketiga musim baru di Jepang pada 29 Maret dan Grand Prix Miami pada 3 Mei. Dalam sebuah pernyataan, F1 mengungkapkan bahwa setelah evaluasi yang cermat, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan berlangsung pada bulan April. Selain itu, putaran FIA Formula 2, FIA Formula 3, dan F1 Academy juga tidak akan berlangsung sesuai jadwal. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi penuh dengan Formula One Group, promotor lokal, dan Klub Anggota di wilayah tersebut.
Mohammed Ben Sulayem, presiden FIA, menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan komunitas serta kolega adalah prioritas utama. Ia menyampaikan harapan agar tercipta ketenangan, keamanan, dan pemulihan stabilitas di kawasan tersebut. Bahrain dan Arab Saudi dinilai sangat penting bagi ekosistem musim balap, dan ia berharap dapat kembali ke kedua negara tersebut sesegera mungkin setelah keadaan memungkinkan.
Dampak Pada Jadwal Balapan
Balapan F1 dijadwalkan berlangsung di Bahrain pada 12 April dan Arab Saudi pada 19 April. Namun, tanpa penjadwalan ulang, jadwal 22 balapan akan menjadi yang terpendek sejak 2023. Dua balapan di Timur Tengah akan berlangsung bulan depan, tetapi F1 menghadapi kesulitan untuk mengambil keputusan lebih awal karena biasanya mereka menerbangkan staf dan kargo pertama ke sirkuit beberapa minggu sebelumnya. Selain itu, F1 juga menghadapi tantangan dalam menjual tiket dalam waktu singkat, membuat hampir mustahil untuk menyelenggarakan balapan pengganti di negara lain.
Kimi Antonelli, pembalap Mercedes yang meraih pole position untuk balapan hari Minggu di Shanghai, menyampaikan rasa prihatin terhadap situasi yang sedang terjadi. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas, dan yakin bahwa FIA dan F1 akan melakukan hal yang benar.
Bahrain sebelumnya telah menjadi tuan rumah dua uji coba pramusim F1 sebelum Israel dan AS melancarkan serangan ke Iran. Uji coba skala kecil untuk ban basah dibatalkan segera setelah serangan tersebut. Penutupan perjalanan yang memengaruhi bandara-bandara utama di Timur Tengah juga menyebabkan gangguan bagi staf F1 dan tim yang berbasis di Eropa yang menuju Melbourne untuk Grand Prix Australia yang membuka musim.
Terakhir kali balapan F1 yang dijadwalkan dibatalkan adalah pada tahun 2023, ketika Grand Prix Emilia Romagna di Italia utara dibatalkan secara mendadak karena banjir mematikan di daerah tersebut. Pada tahun 2022, F1 melanjutkan akhir pekan balapannya di Arab Saudi bahkan setelah pemberontak Houthi Yaman menyerang depot minyak selama sesi latihan, dengan asap hitam terlihat dari sirkuit Jeddah. Pada tahun yang sama, F1 membatalkan kontrak Grand Prix Rusia setelah Rusia menginvasi negara tetangganya, Ukraina.
Starting Grid F1 GP China 2026
Dominasi Mercedes sejak seri pertama di Australia untuk balapan utama besok Minggu (15/3/2026) terlihat dalam sesi kualifikasi Grand Prix China yang penuh tensi. Tim Mercedes sukses mengunci barisan depan melalui penampilan heroik pembalap muda, Kimi Antonelli, yang meraih pole position. Raihan Kimi disusul rekan setimnya, George Russell, di posisi kedua. Hasil ini menegaskan bahwa dominasi Mercedes yang terlihat sejak seri perdana musim 2026 bukanlah sebuah kebetulan.
Bukan hanya penegasan soal dominasi Mercedes, ini juga jadi pembuktian Kimi yang selalu tak luput dari sorotan karena usianya yang masih terlalu muda. Kimi Antonelli terus menjadi buah bibir sejak debutnya pada 2025 di usia 18 tahun untuk menggantikan posisi legenda Lewis Hamilton. Keputusan Toto Wolff untuk mempromosikan pemuda Italia ini sempat menuai kritik tajam, namun hasil di Shanghai seolah membungkam semua keraguan tersebut.
Komentar Toto Wolff
Bos Mercedes, Toto Wolff, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas performa sang “anak ajaib”. Menurutnya, pencapaian hari ini adalah pembuktian atas insting tim dalam memilih talenta masa depan. “Banyak yang mengatakan anak ini terlalu muda untuk berada di Mercedes, bahwa kami seharusnya mempersiapkannya dengan cara lain. Dan anak ini membuktikannya hari ini (merebut pole)”, ujar Wolff melansir Crash.
Wolff juga menyayangkan kendala teknis yang menimpa George Russell, yang menurutnya membuat persaingan internal tim tidak maksimal. Namun, ia tetap optimistis menatap balapan utama esok hari karena mobil Mercedes tampak sangat kuat di lintasan Shanghai.
Hamilton Soal Mercedes
Lewis Hamilton berhasil mengamankan posisi ketiga di atas grid bersama Ferrari, sang juara dunia tujuh kali itu bersikap realistis mengenai peluangnya mengalahkan mantan timnya. Hamilton mengakui bahwa jarak performa antara Ferrari dan Mercedes saat ini masih cukup lebar. Berdasarkan data statistik yang dimiliki Ferrari, Mercedes memiliki keunggulan kecepatan balap antara 0,4 hingga 0,6 detik. Sebuah margin yang sangat signifikan untuk dikejar.
“Sangat kecil kemungkinannya bagi kami untuk mengalahkan mereka dalam balapan besok,” ungkap Hamilton mengutip ESPN. Hamilton menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mencuri kemenangan adalah melalui strategi yang cerdik atau momen start yang sempurna. Namun, ia juga sangat waspada agar tidak merusak ban miliknya demi mengejar duo Mercedes yang melesat di depan.
Starting Grid F1 GP China 2026
- Kimi Antonelli (Mercedes)
- George Russell (Mercedes)
- Lewis Hamilton (Ferrari)
- Charles Leclerc (Ferrari)
- Oscar Piastri (McLaren)
- Lando Norris (McLaren)
- Pierre Gasly (Alpine)
- Max Verstappen (Red Bull)
- Isack Hadjar (Red Bull)
- Oliver Bearman (Haas)
- Nico Hulkenbarg (Audi)
- Franco Colapinto (Alpine)
- Esteban Ocon (Haas)
- Liam Lawson (Racing Bulls)
- Arvid Lindblad (Racing Bulls)
- Gabriel Bortoleto (Audi)
- Carlos Sainz (Williams)
- Alexander Albon (Williams)
- Fernando Alonso (Aston Martin)
- Valtteri Bottas (Cadillac)
- Lance Stroll (Aston Martin)
- Sergio Perez (Cadillac)












