Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya Kembali Kosong Penerbangan
Bandara Cut Nyak Dhien (CND) di Nagan Raya kembali menjadi perhatian masyarakat setelah beberapa bulan terakhir tidak ada penerbangan yang beroperasi. Bandara terbesar di barat daya Aceh ini kini tampak sepi, tanpa adanya pesawat yang melayani rute penerbangan.
Sejak dua bulan terakhir, bandara tersebut tidak memiliki layanan penerbangan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan fasilitas bandara yang seharusnya digunakan untuk menghubungkan wilayah Nagan Raya dengan daerah lain semakin menurun.
Sebelumnya, satu-satunya maskapai yang sempat melayani rute CND adalah Susi Air. Maskapai tersebut melakukan penerbangan beberapa kali pada Januari 2026, dengan rute utama dari Bandara CND ke Bandara Kualanamu di Sumatera Utara. Namun, seiring waktu, frekuensi penerbangan tersebut semakin berkurang hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.
Selain Susi Air, pada pertengahan tahun 2025, Wings Air juga sempat melayani penerbangan di bandara ini. Sayangnya, operasi tersebut tidak bertahan lama karena minimnya jumlah penumpang. Akibatnya, kini kembali tidak ada penerbangan yang beroperasi di CND.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara CND Nagan Raya, Budi Sumantri, mengakui bahwa saat ini tidak ada pesawat yang terbang di bandara tersebut. Ia menjelaskan bahwa Susi Air sudah lama tidak lagi melakukan penerbangan. “Terakhir kali terbang akhir bulan Januari,” ujarnya.
Menurut Budi, Susi Air memenangkan tender penerbangan perintis untuk wilayah Aceh. Namun, untuk wilayah Nagan Raya belum mendapatkan kuota perintis pada tahun ini. Hal ini membuat pihak maskapai kesulitan dalam merencanakan penerbangan yang lebih stabil.
Selain itu, pihak bandara juga telah mengirim surat kepada Wings Air untuk menanyakan kemungkinan kembalinya penerbangan. Namun, hingga kini belum ada jawaban resmi dari maskapai tersebut.
“Untuk Wings Air juga kita sudah bersurat, tapi belum ada jawaban. Saat ini di bandara kosong penerbangan,” jelas Budi.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak bandara berharap bisa mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya agar layanan penerbangan di Bandara CND dapat kembali berjalan. Dengan adanya dukungan, diharapkan akan ada peningkatan minat dari masyarakat untuk menggunakan layanan penerbangan di bandara tersebut.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi pemerintah dan stakeholder terkait untuk segera mencari solusi yang efektif. Dengan adanya penerbangan yang lancar, masyarakat Nagan Raya akan lebih mudah mengakses berbagai kebutuhan, baik secara ekonomi maupun sosial. Selain itu, kembalinya penerbangan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pariwisata dan investasi di wilayah tersebut.










