Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Transportasi Kaltim Kurang Berbasis Data Hadapi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Maret 19, 2026
Reading Time:4 mins read
Transportasi Kaltim Kurang Berbasis Data Hadapi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Kesiapan Transportasi di Kalimantan Timur Menghadapi Lonjakan Penumpang Libur Lebaran

Kesiapan sektor transportasi di Kalimantan Timur dalam menghadapi lonjakan arus penumpang saat libur Lebaran kembali menjadi perhatian utama. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan Henry Manto Gultom, menyampaikan bahwa perencanaan transportasi di daerah masih belum sepenuhnya berbasis data, sehingga berpotensi tidak tepat sasaran dalam mengantisipasi mobilitas masyarakat.

RELATED POSTS

Prabowo Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8 M: Saya Pakai Maung, Buatan Indonesia

Malaysia, Brunei, dan Singapura Rayakan Lebaran 21 Maret

Purbaya Setuju Potong Gaji Menteri untuk Hemat Anggaran

Menurut Tiopan, ketiadaan data menjadi persoalan utama dalam memprediksi lonjakan penumpang. Ia menilai pemerintah Provinsi Kaltim seharusnya melakukan survei permintaan perjalanan atau perilaku perjalanan masyarakat Kalimantan Timur di saat hari raya. Namun, hingga saat ini, survei semacam itu belum pernah dilakukan.

“Karena tidak ada data sama sekali. Pemerintah Provinsi Kaltim itu harusnya melakukan survei permintaan perjalanan atau perilaku perjalanan masyarakat Kalimantan Timur di saat hari raya. Tapi tidak pernah ada surveinya,” ujarnya.

Tanpa data pembanding, pemerintah hanya bisa berspekulasi. Menurut Tiopan, peningkatan dibanding hari normal mungkin saja terjadi, namun untuk membandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi sulit karena tidak pernah ada basis data yang dikumpulkan secara sistematis.

“Harusnya kita memang semua berbasis data,” tegasnya.

Pentingnya Pengumpulan Data dalam Perencanaan Transportasi

Tiopan menjelaskan bahwa pengumpulan data sebenarnya bukan hal yang sulit maupun mahal. Ia memperkirakan, dengan anggaran yang relatif kecil, survei perilaku perjalanan masyarakat sudah dapat dilakukan jauh hari sebelum Lebaran.

“Tiga bulan sebelum hari raya bisa kita survei. Apakah mereka akan mudik, ke mana mereka akan mudiknya, menggunakan angkutan apa, pada tanggal berapa akan rencana pulang, berapa orang yang akan mudik, bisa ketahuan kok,” paparnya.

Dengan data tersebut, lanjutnya, pemerintah dapat memprediksi kebutuhan moda transportasi secara lebih akurat dan menyiapkan layanan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar asumsi.

“Sehingga kita bisa mempersiapkan moda-moda itu sesuai dengan prediksi itu dan berdasarkan data-data itu,” imbuhnya.

Namun, ia menyayangkan hingga saat ini belum ada inisiatif serius dari pemerintah daerah untuk melakukan survei serupa. Padahal, metode pengumpulan data bisa dilakukan secara sederhana melalui penyebaran kuesioner secara acak di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

“Selama ini pemerintah daerah tidak ada yang mau ngumpulkan data, harusnya ada. Dilakukan survei dong. Kuisionernya gampang kok, buatkan survei kuisionernya untuk ditanyakan ke setiap masyarakat yang diambil secara random, misalnya di Samarinda, di Balikpapan, di Kubar, dan secara random di Bontang. Semua kabupaten kota yang ada di Kalimantan Timur ditanya. Sehingga kita bisa tahu bagaimana pola perjalanannya, pada tanggal berapa dia akan terjadi, hari apa perjalanan puncaknya, dan itu bisa ketahuan,” jelasnya.

Keterbatasan Data yang Ada

Tiopan juga menyinggung bahwa data yang dimiliki pemerintah pusat belum tentu merepresentasikan kondisi riil di daerah, lantaran umumnya hanya bersumber dari titik-titik transportasi tertentu seperti pelabuhan dan bandara besar.

“Saya tidak tahu pemerintah pusat datanya itu relate dengan provinsi atau tidak, tapi saya sih tidak yakin. Karena pemerintah pusat itu hanya mengambil data dari pelabuhan-pelabuhan Palaran, misalnya, atau APT Pranoto, atau Sepinggan. Tapi kan bandara kita bukan cuma itu. Ada bandara-bandara lain, termasuk bandara kecil yang perjalanannya dominan di dalam provinsi. Kemudian ada juga terminal-terminal untuk perjalanan dalam provinsi seperti di Lempake. Kalau pemerintah pusat kan tidak mungkin mendatanya di Lempake,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi, hadirnya moda transportasi baru, hingga pembangunan infrastruktur jalan dapat memengaruhi pola perjalanan masyarakat setiap tahunnya. Oleh karena itu, mengandalkan data historis semata dinilai tidak cukup.

“Walaupun data historis itu penting, tapi belum tentu sama. Itu akan memengaruhi pola perjalanan orang, baik dalam memilih moda maupun rute,” katanya.

Persiapan Transportasi Sungai Selama Mudik

Terkait pengelolaan transportasi sungai selama periode mudik, Tiopan mengaku belum melihat adanya perhatian khusus dari pemerintah. Ia kembali menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data, termasuk dalam menentukan jumlah armada hingga kebijakan tarif.

“Saya belum melihat itu, karena tidak ada laporan sama sekali ke MTI. Tapi seharusnya kembali lagi, apapun itu pemerintah provinsi harus berdasarkan data. Dari rencana perjalanan masyarakat Kalimantan Timur di saat mudik, maka bisa kita lakukan persiapan dari sisi angkutan sungainya, berapa kapal yang harus disiapkan benar-benar ready. Bahkan tarifnya pun bisa kita atur, karena dari kuisioner itu kita bisa tanya berapa permintaan tarifnya masyarakat. Apa perlu subsidi dari pemerintah dari situ,” terangnya.

Ia mengingatkan agar kebijakan tidak diambil secara spekulatif tanpa mempertimbangkan kesiapan armada maupun kebutuhan riil di lapangan.

Lebih jauh, ia menilai bahwa informasi mengenai potensi lonjakan penumpang seharusnya sudah dapat dipublikasikan jauh sebelum hari H, sehingga seluruh pemangku kepentingan memiliki waktu cukup untuk melakukan persiapan.

Namun demikian, Tiopan mengaku pesimis survei semacam itu telah dilakukan. Ia bahkan menegaskan, selama puluhan tahun berkecimpung di Kalimantan Timur, belum pernah melihat adanya upaya sistematis pengumpulan data perjalanan masyarakat menjelang Lebaran.

“Saya sudah 25 tahun di sini, tidak pernah ada itu. Padahal data ini penting,” pungkasnya.

Solusi untuk Meningkatkan Kesiapan Transportasi

Sebagai solusi, Tiopan mendorong pemerintah daerah untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti MTI maupun perguruan tinggi, dalam melakukan survei dan analisis pola pergerakan masyarakat.

“Atau untuk membantu menganalisa bagaimana pola pergerakannya ke depan. Jadi bukan berdasarkan historis data kemudian hanya lihat dan tiba-tiba keputusan diambil. Tapi kita sudah ada bayangan apa yang harus kita lakukan berdasarkan data ke depannya,” tutupnya.

Share61Tweet38

RelatedPosts

Cuaca Surabaya Hari Ini: Hujan Ringan Siang dan Malam
News

Cuaca Surabaya Hari Ini: Hujan Ringan Siang dan Malam

Maret 19, 2026
Prakiraan Cuaca Lampung 15 Maret 2026: Hujan Mengancam Beberapa Wilayah
News

Prakiraan Cuaca Lampung 15 Maret 2026: Hujan Mengancam Beberapa Wilayah

Maret 14, 2026
Tiket Pesawat Palangkaraya-Jakarta Rp200 Juta Viral, Garuda Indonesia Bantah
News

Tiket Pesawat Palangkaraya-Jakarta Rp200 Juta Viral, Garuda Indonesia Bantah

Maret 19, 2026
Langkah Cepat Polri Ungkap Pelaku Serangan KontraS, Dapat Pujian Publik
News

Langkah Cepat Polri Ungkap Pelaku Serangan KontraS, Dapat Pujian Publik

Maret 19, 2026
Kapan Lebaran 2026? Ini Perbedaan Muhammadiyah dan Pemerintah
News

Kapan Lebaran 2026? Ini Perbedaan Muhammadiyah dan Pemerintah

Maret 19, 2026
Jusuf Kalla Soroti Ketidakselarasan Komunikasi Pemerintah dan Rakyat
News

Jusuf Kalla Soroti Ketidakselarasan Komunikasi Pemerintah dan Rakyat

Maret 15, 2026
Next Post
Dua Petani Terluka, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Dua Petani Terluka, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Anak Kesal Tak Dibangunkan Salat, Desta Kagumi Pengasuhan Agama Natasha Rizky

Anak Kesal Tak Dibangunkan Salat, Desta Kagumi Pengasuhan Agama Natasha Rizky

Borneo FC Siap Ulangi Sejarah, Persib Bandung Pernah Kalah 4-1 di Segiri

Sensor Kamera Sony Bermasalah? Apple Beralih ke Samsung untuk iPhone 2027

Recommended Stories

Cara Menghubungkan Google Form dengan Google Sheets

Cara Menghubungkan Google Form dengan Google Sheets

Oktober 17, 2021
Mengenal Model dan Contoh Sistem Informasi Manufaktur

Mengenal Model dan Contoh Sistem Informasi Manufaktur

Agustus 29, 2021
Borneo FC vs Persib Bandung 2026: Laga Kunci, Pengaruh Poin, dan Peluang Juara

Borneo FC vs Persib Bandung 2026: Laga Kunci, Pengaruh Poin, dan Peluang Juara

Maret 15, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Teknologi
  • Resources
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN