Penjelasan Garuda Indonesia Mengenai Isu Harga Tiket yang Tidak Wajar
Garuda Indonesia, salah satu maskapai penerbangan nasional terkemuka di Indonesia, telah memberikan pernyataan resmi mengenai isu yang beredar mengenai harga tiket pesawat dari Palangkaraya ke Jakarta yang disebut mencapai Rp 200 juta. Isu ini muncul setelah seorang pengguna media sosial Thread dengan akun @sel.mon membagikan tangkapan layar dari platform online travel agent (OTA), yang menunjukkan tarif tiket Garuda Indonesia sebesar Rp 202 juta untuk penerbangan kelas ekonomi.
Dalam unggahan tersebut, harga yang sangat tinggi tersebut tercantum untuk penerbangan rute Palangkaraya (PKY) menuju Jakarta (CGK) dengan jadwal keberangkatan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 07.10 WIB. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia, menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan realitas pasar.
“Ada OTA luar negeri ini yang harganya luar biasa. Bahkan tadi malam sempat viral juga gitu ya. Palangkaraya ke Jakarta Rp 200 juta (naik) Garuda. Enggak masuk akal,” ujar Reza Aulia dalam konferensi pers Kementerian Pariwisata-Kementerian Perhubungan, Selasa (17/3/2026).
Sementara itu, Division Head Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, memastikan bahwa informasi mengenai harga tiket Garuda Indonesia sebesar Rp 202 juta adalah tidak benar. Ia menjelaskan bahwa maskapai penerbangan ini tidak pernah menetapkan tarif seperti yang disebutkan melalui kanal Online Travel Agent.
“Kami memastikan Garuda Indonesia tidak pernah menetapkan tarif pada kanal Online Travel Agent dengan besaran seperti yang disebutkan,” kata Dicky dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Sebagai perbandingan, berdasarkan pantauan Kompas.com di situs penjualan resmi Garuda Indonesia, Rabu (18/3/2026) pagi, harga tiket pesawat Palangkaraya-Jakarta dijual seharga Rp 1,4 juta untuk jadwal keberangkatan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya.
Langkah yang Diambil oleh Garuda Indonesia
Untuk menghindari maraknya penawaran harga tiket dan program promosi yang tidak wajar di luar saluran resmi, Garuda Indonesia mengimbau masyarakat agar memastikan setiap informasi perjalanan berasal dari sumber yang terverifikasi. Pelanggan diharapkan tidak langsung melakukan transaksi atas informasi yang mengecewakan, serta melakukan pengecekan melalui kanal resmi Garuda Indonesia.
Beberapa kanal resmi yang dapat digunakan antara lain:
* Situs resmi www.garuda-indonesia.com
* Aplikasi FlyGaruda
* Contact Center
* Media sosial resmi
* Sales Office
“Langkah ini penting guna memastikan keakuratan informasi sekaligus melindungi pelanggan dari potensi kerugian akibat informasi yang tidak valid,” ujar Dicky.
Kemudahan Akses Layanan
Untuk kemudahan akses layanan, pelanggan juga dapat mengunjungi Kantor Penjualan Garuda Indonesia terdekat, termasuk Kantor Penjualan BP BUMN. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan yang akurat serta terpercaya.













