Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM di Jakarta
Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) kembali mengguncang publik. Kali ini, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta. Insiden ini terjadi pada malam hari, saat korban sedang berkendara di Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Kejadian Terjadi Saat Malam Hari
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie sedang mengendarai sepeda motor di jalan yang relatif sepi. Dua orang tak dikenal mendekati korban menggunakan sepeda motor dan melancarkan aksi penyiraman cairan yang diduga merupakan air keras. Serangan ini terjadi secara tiba-tiba dan mengenai tubuh korban.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan satu sepeda motor. Mereka terdiri dari dua orang laki-laki, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang. Pelaku pengemudi mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap, serta helm hitam. Sementara pelaku penumpang mengenakan masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Ia juga memakai kaus biru tua dan celana panjang biru yang digulung hingga pendek.
Cairan Keras Mengenai Tubuh Korban
Saat posisi motor pelaku mendekati korban, salah satu dari mereka menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Serangan ini sangat cepat dan langsung mengenai beberapa bagian tubuh korban, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, serta dada. Akibatnya, korban berteriak kesakitan dan kehilangan kendali atas sepeda motornya. Ia kemudian terjatuh di jalan sebelum akhirnya mendapat pertolongan.
Andrie segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat cairan keras yang disiramkan oleh pelaku.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Polda Metro Jaya menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas para pelaku. Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri mengatakan bahwa anggota polisi masih terus bekerja untuk menemukan pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian ini.
“Masih dilakukan pendalaman, ya. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” ujar Asep saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang.
Menurut informasi dari KontraS, sepeda motor yang digunakan pelaku diduga merupakan jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021. Motor ini mendekati korban dari arah berlawanan ketika Andrie melintas di Jembatan Talang.
Kekhawatiran tentang Keselamatan Aktivis HAM
Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis HAM di Indonesia. Publik kini semakin khawatir akan keselamatan para pembela HAM yang selama ini aktif dalam berbagai isu sosial dan politik. Penyelidikan oleh aparat kepolisian tetap berjalan guna mengungkap pelaku dan kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas advokasi yang selama ini dilakukan oleh Andrie Yunus.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi mencari petunjuk dan keterangan dari saksi-saksi serta melacak kemungkinan alur kejadian. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi jika ada yang mengetahui adanya indikasi atau bukti terkait insiden ini.













