Perayaan HUT ke-9 SMSI DIY dengan Kegiatan Sosial dan Edukasi
Serikat Media Siber Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (SMSI DIY) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satu acara utama adalah bakti sosial berupa santunan dan buka puasa bersama anak yatim piatu serta dhuafa di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, pada Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan berkat kerja sama antara SMSI DIY dengan Wiradesa Group dan dihadiri sekitar 50 anak yatim piatu serta masyarakat dhuafa setempat. Acara digelar di Balai Kalurahan Banjarharjo dan turut dihadiri oleh Founder Wiradesa Group Sihono HT, Ketua SMSI DIY Jafarudin, serta Lurah Banjarharjo Susanto beserta jajaran pemerintah kalurahan.
Keberlanjutan dalam Kepedulian
Ketua SMSI DIY, Jafarudin, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anak-anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah pedesaan pada momentum bulan suci Ramadan.
“Anak-anak yatim piatu adalah generasi penerus bangsa yang harus kita perhatikan masa depannya. Mungkin santunan yang kami berikan tidak seberapa, namun semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banjarharjo,” ujarnya.
Ia berharap pada usia organisasi yang ke-9 tahun ini, SMSI DIY dapat terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, termasuk dalam mendukung penguatan ekonomi di pedesaan.
Menurutnya, Wiradesa Group yang menjadi bagian dari anggota SMSI DIY selama ini konsisten mengembangkan konsep jurnalisme desa sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan jurnalistik, berbagai potensi desa seperti sektor pertanian, peternakan hingga produk lokal dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas melalui media.
“Produk-produk pertanian dan peternakan desa akan lebih dikenal jika memiliki narasi yang disebarluaskan melalui media. Di sinilah pentingnya masyarakat belajar membuat karya jurnalistik untuk mempromosikan potensi desanya,” jelasnya.
Kontribusi dari Wiradesa Group
Founder Wiradesa Group, Sihono HT, menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan pihaknya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar berbagi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim.
“Saya ingin santunan ini tidak berhenti sampai di sini. Melalui bidang jurnalistik yang saya tekuni, kami ingin membangun usaha ekonomi berbasis pedesaan yang berkelanjutan. Sebagian hasilnya nantinya akan kami dedikasikan untuk anak-anak yatim,” ungkapnya.
Sihono menambahkan, Wiradesa juga telah mendirikan sekolah jurnalistik desa sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu menulis dan mempublikasikan potensi daerahnya.
Dengan kemampuan tersebut, masyarakat desa diharapkan mampu mempromosikan berbagai potensi ekonomi seperti pertanian, peternakan, hingga wisata desa secara lebih luas.
Potensi Desa Banjarharjo
Ia menilai Kalurahan Banjarharjo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pendidikan jurnalisme pangan.
Di wilayah tersebut terdapat berbagai potensi unggulan seperti kebun kelengkeng kristal, budidaya lele, peternakan domba, hingga potensi wisata alam seperti kawasan Gunung Tugel.
“Ke depan Banjarharjo bisa menjadi tempat belajar jurnalisme pangan. Orang datang ke sini tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga mendapatkan edukasi,” katanya.
Menurutnya, lokasi Banjarharjo yang relatif dekat dengan kawasan Candi Borobudur juga membuka peluang integrasi pengembangan desa dengan sektor pariwisata nasional.
“Kami akan menawarkan konsep jurnalisme pangan ini kepada jaringan SMSI di seluruh Indonesia agar mereka dapat datang dan belajar di Banjarharjo. Harapannya ekonomi masyarakat di sini ikut bergerak,” ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah Setempat
Sementara itu, Lurah Banjarharjo, Susanto, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi kegiatan sosial sekaligus pengembangan program jurnalisme desa.
Ia menyebut Banjarharjo memiliki sejumlah potensi unggulan seperti pertanian kelengkeng kristal, budidaya lele, peternakan domba, hingga potensi wisata di kawasan Gunung Tugel.
“Kami sangat mendukung gagasan dari Wiradesa dan SMSI DIY untuk menjadikan Banjarharjo sebagai pusat pendidikan jurnalisme pangan. Semoga segera terealisasi dan mampu meningkatkan perekonomian warga, termasuk membantu anak-anak yatim di desa kami,” ujarnya.
Susanto juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-9 kepada SMSI dan berharap organisasi perusahaan pers tersebut terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat ulang tahun ke-9 SMSI. Semoga semakin maju dan terus memberi kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.













