Petugas Damkar Pingsan Saat Apel Operasi Ketupat Kie Raha 2026 di Polda Maluku Utara
Seorang petugas damkar dari Kota Tidore Kepulauan mengalami pingsan saat mengikuti apel Operasi Ketupat Kie Raha 2026 yang digelar di Polda Maluku Utara. Kejadian ini terjadi dalam rangka memperingati bulan suci Ramadan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Petugas tersebut diketahui bernama Rafli Umur, seorang pria berusia 24 tahun. Dalam peristiwa tersebut, ia mengalami luka robek di bagian dagu. Selain itu, ditemukan juga luka lecet di dahi dan hidungnya. Meski kondisinya cukup mengkhawatirkan, tindakan medis cepat langsung dilakukan oleh Biddokkes Polda Maluku Utara.
Penanganan Medis yang Cepat dan Profesional
Menurut informasi yang dihimpun, Kabid Dokkes Polda Maluku Utara, Kombes Pol dr Robert Apriyadi, menyatakan bahwa Rafli langsung mendapatkan penanganan medis segera setelah kejadian. “Rafli langsung mendapat penanganan medis cepat di saat itu juga,” ujar dr Robert saat dikonfirmasi pada Jumat (13/3/2026).
Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan bahwa luka yang dialami Rafli berupa robekan sepanjang 2 cm di dagu. Luka lecet di dahi dan hidung juga ditemukan. Namun, setelah mendapatkan perawatan, kondisi kesehatannya mulai membaik. “Saat ini yang bersangkutan sudah dinyatakan membaik dan luka robek sudah diperban,” jelasnya.
Tindakan Kemanusiaan dari Polda Maluku Utara
Selain memberikan layanan kesehatan, Polda Maluku Utara juga melakukan tindakan kemanusiaan dengan memberikan bantuan berupa tali asih kepada keluarga Rafli. Bantuan ini berupa bingkisan yang diberikan kepada istri Rafli, dengan harapan bisa membantu meringankan beban keluarga.
“Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, sehingga dapat saling mendukung dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban,” kata dr Robert.
Disamping itu, tindakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat selama Ramadan. “Melalui aksi kecil yang penuh makna ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat di Maluku Utara semakin solid, demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” tambahnya.
Upaya Membangun Hubungan yang Lebih Erat
Operasi Ketupat Kie Raha 2026 tidak hanya menjadi ajang pengamanan tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Dengan tindakan seperti ini, diharapkan akan tercipta suasana yang harmonis dan saling mendukung dalam menjaga kenyamanan dan keamanan selama bulan puasa.
Polda Maluku Utara terus berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal ini juga ditunjukkan melalui langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan, seperti bantuan tali asih dan penanganan medis yang cepat dan profesional.













