Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Pusat Gempa Sukabumi di Dekat Gunung Padang, Penyerap Gempa Alami

Maret 15, 2026
Reading Time:3 mins read
Pusat Gempa Sukabumi di Dekat Gunung Padang, Penyerap Gempa Alami

RELATED POSTS

Pertamina Kaimana Jamin Stok BBM Aman hingga Lebaran 2026

7 Fakta Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Pesan Terakhir Fanni Jadi Perhatian Keluarga

Bupati Biak dan Trash Hero Beraksi di Pasar Bosnik untuk Laut yang Terancam

Gempa di Gegerbitung Sukabumi Mengagetkan Warga

Dua kali gempa yang terjadi di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mengagetkan warga setempat. Peristiwa tersebut terjadi pada tengah malam dan menjelang sahur. Pusat gempa berada tidak jauh dari lokasi Situs Megalitikum Gunung Padang, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari titik gempa. Situs ini terletak di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dan menjadi perhatian para ahli karena struktur bangunannya yang unik.

Keunikan Struktur Situs Megalitikum Gunung Padang

Para ahli meyakini bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang memiliki struktur tahan gempa. Hal ini disebabkan oleh penggunaan batu andesit berkolom yang disusun secara teknis oleh manusia, bukan sekadar hasil alam. Struktur punden berundak ini dirancang untuk tetap stabil dan mampu menahan guncangan selama ribuan tahun.

Beberapa poin penting tentang Situs Gunung Padang sebagai peredam energi gempa adalah:

  • Teknik Konstruksi: Batu andesit yang berbentuk balok disusun dengan rapi (struktur buatan manusia) sehingga situs ini fleksibel saat terjadi gempa.
  • Ketahanan Struktur: Meskipun berada di daerah yang sering mengalami gempa (Cianjur), struktur punden berundak Gunung Padang terbukti mampu meredam energi gempa.
  • Struktur Berlapis: Penelitian menunjukkan adanya beberapa lapisan bangunan, di mana struktur tertua di bagian bawah diyakini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan.
  • Posisi Stabil: Beberapa pendapat menyebutkan situs ini berada di area yang secara geologis relatif stabil dibanding area sekitarnya.
  • Kearifan Lokal: Struktur ini mencerminkan kearifan lokal masa lalu dalam beradaptasi dengan lingkungan yang rentan terhadap bencana gempa bumi.

Gempa Susulan di Wilayah Sukabumi

Gempa bumi susulan kembali terjadi di wilayah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026) dini hari. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 2,1 dan terjadi pada pukul 03.42.05 WIB.

BMKG mencatat titik koordinat gempa berada di 6,97 Lintang Selatan dan 107,02 Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer tenggara Kota Sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini merupakan gempa susulan setelah sebelumnya wilayah tenggara Kota Sukabumi diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,2 pada pukul 00.36.13 WIB.

Berdasarkan pemetaan titik episentrum, gempa utama diduga terjadi di wilayah sekitar antara Desa Karangjaya dan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo 2,1 memiliki episentrum di sekitar Desa Caringin, yang juga berada di Kecamatan Gegerbitung.

Dari dua titik episentrum tersebut, rangkaian gempa terpantau mengarah ke wilayah timur Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, menuju perbatasan wilayah Kabupaten Cianjur.

Tidak Ada Kerusakan Akibat Gempa

Petugas Penanggulangan Kecamatan Gegerbitung, Ofieq, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Pasca kejadian gempa pertama magnitudo 4,2 dan gempa susulan, kami belum mendapatkan informasi adanya kerusakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga pukul 04.30 WIB, hasil inventarisasi sementara yang dilakukan di wilayah Kecamatan Gegerbitung belum menemukan adanya laporan kerusakan dari masyarakat. “Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi pascagempa,” tutup Ofeq.

Penjelasan BMKG Mengenai Gempa

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Wilayah Sukabumi diketahui berada di jalur Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Aktivitas sesar tersebut kerap memicu gempa bumi dangkal yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Share61Tweet38

RelatedPosts

SMSI DIY bekerja sama dengan Wiradesa, gelar bakti sosial dan edukasi jurnalisme desa
News

SMSI DIY bekerja sama dengan Wiradesa, gelar bakti sosial dan edukasi jurnalisme desa

Maret 15, 2026
Kasat Lantas Evakuasi Mobil Mogok di Tol Semarang Saat Hujan
News

Kasat Lantas Evakuasi Mobil Mogok di Tol Semarang Saat Hujan

Maret 15, 2026
Dishub Parigi Moutong Siapkan 30 Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
News

Dishub Parigi Moutong Siapkan 30 Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

Maret 15, 2026
Turki Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Zionis Israel, Ajak Negara Muslim Bertindak
News

Turki Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Zionis Israel, Ajak Negara Muslim Bertindak

Maret 15, 2026
News

Kasus campak melonjak di Padang, Puskesmas Dadok laporkan 24 infeksi pada 2026

Maret 15, 2026
Israel Kewalahan, Minta Bantuan Ukraina Hadapi Drone Iran
News

Israel Kewalahan, Minta Bantuan Ukraina Hadapi Drone Iran

Maret 14, 2026
Next Post
1.000 Anak Yatim Pilih Baju Lebaran Impian, Program SEBARAN 5.0 Pertamina Group

1.000 Anak Yatim Pilih Baju Lebaran Impian, Program SEBARAN 5.0 Pertamina Group

Suhu Jakarta Tembus 35,4°C, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Suhu Jakarta Tembus 35,4°C, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Cerah atau Hujan?

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Cerah atau Hujan?

Recommended Stories

Apa itu Debian? Berikut Ini Penjelasannya

Apa itu Debian? Berikut Ini Penjelasannya

Oktober 4, 2021
Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini: 8 Kali Guguran Lava

Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini: 8 Kali Guguran Lava

Maret 14, 2026
1.565 Calon Ahli K3 Lulus, Segera Terima Sertifikat dari Kemnaker

1.565 Calon Ahli K3 Lulus, Segera Terima Sertifikat dari Kemnaker

Maret 15, 2026

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN