Perayaan Salat Idulfitri 2026 di Lapangan Twins Mini Soccer
Pagi ini, warga Muslim di Palangka Raya memadati area lapangan Twins Mini Soccer yang berada di kawasan RRI. Mereka hadir untuk melaksanakan Salat Idulfitri 2026 di atas rumput sintetis lapangan tersebut. Suara takbir berkumandang mengisi suasana, mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari raya keagamaan ini.
Salat Idulfitri dimulai dengan ceramah dari seorang khatib yang memberikan tausiyah kepada jemaah yang hadir. Khatib tersebut kemudian memimpin salat hingga selesai, menjadikan momen ini sebagai bagian dari ritual penting dalam perayaan Lebaran.
Agung, khatib dari Majelis Asy-Syifa Palangka Raya, menjelaskan bahwa pihaknya lebih dulu menggelar Salat Idulfitri 2026 karena keyakinan mereka bahwa Lebaran jatuh pada hari ini. Ia menegaskan bahwa metode yang digunakan adalah rukiyat global, yaitu apabila suatu negeri kaum muslimin melihat hilal dan informasinya sampai kepada mereka, maka mereka akan menerima hasil tersebut sebagai acuan bagi seluruh umat Islam.
“Kami menggunakan metode rukiyat global, artinya apabila suatu negeri kaum muslimin melihat hilal dan beritanya sampai kepada kami, maka kami menganggap hasil hilal itu harus kami terima oleh kaum muslimin lainnya, ada hadis menyatakan demikian,” tegas Agung.
Berdasarkan informasi yang mereka terima pagi ini dan sumber terpercaya di negara Afghanistan, mereka menyakini bahwa Idulfitri 2026 jatuh pada Kamis (19/3/2026) ini. Oleh karena itu, salat Id dapat dilaksanakan hari ini.
[NAMA GAMBAR-0]
“Nah kami mendengar pagi tadi informasi yang terpercaya di Afghanistan ada 3 kota di sana melihat hilal itu, maka kami menetapkan Idulfitri hari ini berdasarkan negara itu seperti ada di Mali, Nigeria dan Maroko,” terang Agung.
Jumlah jemaah yang mengikuti salat Id hari ini diperkirakan mencapai 150 hingga 200 orang. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, namun semangat dan antusiasme masyarakat tetap terasa.
Agung juga menekankan bahwa untuk perayaan Idulfitri hari ini tidak ada hal khusus yang dilakukan. “Hanya menggelar open house di rumah masing-masing jemaah saja dan berkunjung seperti biasanya saja,” ujarnya.
Perayaan tahun ini terasa lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi tetap memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara sesama umat Islam. Dengan berbagai tradisi dan ritual yang dilakukan, masyarakat tetap merayakan Lebaran dengan penuh makna dan kegembiraan.
[NAMA GAMBAR-1]













