Persiapan Pemkot Denpasar untuk Arus Mudik dan Idul Fitri
Pemerintah Kota Denpasar telah mempersiapkan berbagai langkah agar masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus merayakan Idul Fitri dengan lancar. Meski tahun ini arus mudik bertepatan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi di Bali, pihak kota tetap menjamin kelancaran perjalanan masyarakat.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan dari berbagai aspek, termasuk kondisi pengemudi, kendaraan, hingga transportasi laut. Selain itu, pihaknya juga menggandeng beberapa instansi seperti KSOP, TNI, Polri serta jajaran pemerintah kota untuk memastikan arus mudik berjalan baik.
“Karena berbarengan dengan rangkaian Nyepi, kami mengimbau agar mudik tidak dilakukan pada tanggal 18 Maret. Pada hari itu ada kegiatan Pangerupukan dan persiapan ogoh-ogoh. Harapannya semua bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap aman serta nyaman,” ujar Jaya Negara.
Koordinasi dengan Berbagai Instansi
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran arus mudik. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan serta para pemangku kepentingan di lapangan.
Seperti tahun sebelumnya, Pemkot Denpasar membentuk tim posko terpadu yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret mendatang. Posko ini disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Ia menyebutkan, berdasarkan data di lapangan, pergerakan pemudik sudah mulai terlihat sejak 12 Maret. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 Maret, atau sehari sebelum malam Pangerupukan.
Fasilitas di Terminal Ubung
Selain itu, Terminal Ubung juga disiapkan sebagai titik layanan bagi pemudik. Bagi penumpang yang tercecer atau mengalami kendala di perjalanan, baik dari angkutan umum maupun angkutan barang yang mengalami kerusakan di jalan, dapat memanfaatkan fasilitas di terminal tersebut.
Bahkan, jika terdapat angkutan barang yang mengangkut kebutuhan pokok mengalami kerusakan, pihaknya menyiapkan alternatif pengangkutan melalui armada penumpang dengan sistem kargo agar distribusi tetap berjalan.
“Kami menyiapkan pelayanan terpadu di Terminal Ubung. Jika ada kendaraan mogok atau penumpang yang tertinggal, bisa datang ke terminal. Termasuk untuk angkutan barang kebutuhan pokok yang mengalami kendala, bisa kami bantu melalui sistem kargo,” jelasnya.
Siaga Selama Hari Suci Nyepi
Dishub Kota Denpasar juga memastikan pelayanan tetap siaga selama rangkaian Hari Suci Nyepi. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan lancar meskipun ada pembatasan lalu lintas.













