JAKARTA — Barisan Oposisi Indonesia (BOI) menyerukan kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, pegiat HAM dari Kontras. BOI meminta penangkapan dilakukan dalam waktu tiga hari setelah kejadian tersebut. Mereka menyatakan bahwa proses penangkapan tidak boleh mengalami kesulitan.
“Kita meminta selambat-lambatnya tiga hari dari peristiwa ini, pelaku sudah dapat ditangkap dan motif utamanya dapat diungkap,” ujar Ray Rangkuti, aktivis BOI sekaligus Direktur Lingkar Madani (LIMA).
BOI secara tegas mengutuk tindakan penyiraman air keras yang dialami oleh Andrie Yunus. Akibat kejadian ini, tubuh, wajah, dan bahkan mata Andrie mengalami luka yang sangat parah. Sebanyak 24% bagian tubuhnya dinyatakan terbakar akibat luka bakar yang cukup serius.
Dalam tiga hari seharusnya polisi mampu menangkap pelaku serta aktor intelektual di balik kejadian ini. Hal ini didasarkan pada adanya tayangan CCTV yang tersedia. Diperkirakan ada empat sudut tayangan CCTV yang bisa menjadi dasar pengungkapan kasus ini.
“Bila dalam hitungan jam polisi dapat menahan banyak aktivis demonstran pada bulan Agustus 2025, maka sulit percaya bila polisi tidak dapat menangkap dan mengungkap motif pelaku penyiraman air keras ini,” ujarnya.
BOI juga meminta jajaran pemerintah, khususnya mereka yang pernah menjadi pegiat HAM dan demokrasi, untuk secara maksimal mendesak pihak kepolisian menangkap dan mengungkap motif kasus ini. Mereka juga diminta menjamin hak bersuara dan keamanan para pegiat kritis.
“Sebagai orang yang pernah menjadi pegiat demokrasi dan HAM, para pejabat ini tentu saja sangat paham ancaman dan beratnya berada di posisi kelompok kritis ini. Oleh karena itu, jangan sampai setelah mereka masuk ke dalam kekuasaan, justru keamanan dan kebebasan kelompok kritis makin tergerus,” papar Ray Rangkuti.
Tuntutan Kepada Pihak Berwenang
BOI menekankan pentingnya tanggung jawab pihak berwenang dalam menangani kasus penyiraman air keras ini. Mereka menilai bahwa penangkapan pelaku harus dilakukan dengan cepat dan transparan agar tidak menimbulkan keraguan di masyarakat.
- Pihak kepolisian harus segera melakukan investigasi menyeluruh.
- Motif dari tindakan penyiraman air keras harus diungkap secara terbuka.
- Keamanan dan hak-hak para pegiat HAM dan demokrasi harus dijaga.
Peran Media dan Masyarakat
Selain tuntutan kepada pihak berwenang, BOI juga meminta media dan masyarakat umum untuk tetap waspada dan memberikan dukungan terhadap para pegiat HAM. Mereka menilai bahwa kebebasan berekspresi dan keamanan adalah aspek penting dalam menjaga demokrasi.
- Media harus melaporkan kasus ini secara objektif dan tidak memihak.
- Masyarakat harus tetap mendukung para pegiat HAM tanpa takut akan konsekuensi.
- Seluruh pihak harus bekerja sama untuk memastikan keadilan dalam kasus ini.
Komentar dari Tokoh Lain
Beberapa tokoh lain juga memberikan komentar terkait kasus ini. Mereka menyatakan bahwa tindakan penyiraman air keras bukan hanya sekadar kekerasan fisik, tetapi juga bentuk ancaman terhadap kebebasan berbicara dan keberadaan para aktivis HAM.
- “Ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi,” ujar salah satu tokoh HAM.
- “Kita harus memperkuat sistem perlindungan bagi para aktivis yang sering menjadi target kekerasan,” tambahnya.
Kesimpulan
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti BOI. Mereka menuntut agar pihak berwenang bertindak cepat dan transparan dalam menangani kasus ini. Selain itu, pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dan keamanan para pegiat HAM harus menjadi prioritas utama.












