Kecelakaan Meninggalnya Pemudik Saat Macet di Pelabuhan Gilimanuk
Seorang pemudik dari Bali yang sedang melakukan perjalanan menuju Kebumen, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia akibat macet panjang yang terjadi di sekitar Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu (18/3/2026). Peristiwa ini menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial RP yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam bus.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan rasa belasungkawa atas kejadian tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, almarhumah Ibu RP diketahui meninggal dunia pada pagi hari saat kendaraan sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kejadian ini dilaporkan oleh kru bus kepada pihak berwenang.
Pada pukul 14.00 WITA, jenazah almarhumah telah dipulangkan melalui Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk-Ketapang. Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan kerja sama antara Kemenhub dan berbagai stakeholder seperti Polri, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo.
Selain itu, Kepala Distrik Navigasi Cilacap ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka yang berlokasi di Kebumen. Tindakan ini menjadi bentuk penghormatan dan dukungan dari pemerintah bagi keluarga almarhumah.
Heri Junaedi Bakhri, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Selat Bali. Ia juga mengimbau para pemudik untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan serta segera melapor kepada petugas jika merasa tidak sehat.
Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk
Kemacetan di sekitar Pelabuhan Gilimanuk mulai terjadi sejak Sabtu (14/3/2026) dan mencapai puncaknya hingga 36 kilometer. Hal ini disebabkan oleh lonjakan penumpang dan truk logistik yang ingin menghindari penutupan pelabuhan selama masa Hari Raya Nyepi.
Kemacetan berhasil teratasi pada Rabu (18/3/2026) pukul 16.00 WITA. Antrean kendaraan telah terurai, dan semua kendaraan sudah tertampung di buffer zone. Layanan penyeberangan kembali berjalan lancar dan terkendali.
Untuk mempercepat operasional, dilakukan optimalisasi armada penyeberangan sebanyak 40 kapal yang dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Di antaranya, 30 kapal menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) yang dipersingkat menjadi 15 menit untuk mempercepat proses bongkar muat dan menurunkan port time.
Selain itu, pengaturan lalu lintas dan manajemen distribusi kendaraan menuju pelabuhan terus diperkuat agar tidak terjadi kepadatan kembali.
Penutupan Pelabuhan
Pelabuhan Ketapang ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB dan akan dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 05.00 WIB.
Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan akan kembali beroperasi pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Dengan langkah-langkah yang diambil, pihak terkait berharap dapat memberikan layanan yang optimal bagi para pemudik dan menjaga keselamatan serta kenyamanan dalam perjalanan.













