Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras yang menyebabkan luka bakar kimia serius. Luka tersebut mencakup sekitar 24 persen tubuh korban, termasuk wajah, dada, dan tangan. Cedera paling parah terjadi pada mata kanan, sehingga korban harus menjalani perawatan intensif di ruang steril.
Kondisi kesehatan Andrie Yunus saat ini masih dalam pengawasan ketat tim medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa paparan cairan kimia berbahaya menyebabkan reaksi inflamasi yang hebat pada area sensitif tubuh korban. Area yang terdampak paling parah meliputi wajah, kedua tangan, dada, serta organ penglihatan sang aktivis.
Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan bahwa cedera paling serius ditemukan pada bagian mata kanan Andrie Yunus. “Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan. Saat ini, korban telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata,” ujar Jane kepada Tribunnews.com, Sabtu (14/3/2026).
Akibatnya, Andrie langsung mendapatkan penanganan khusus dari tim dokter spesialis bedah mata. Tim medis berupaya maksimal untuk menyelamatkan fungsi penglihatan korban yang terancam akibat zat korosif tersebut. Saat ini, Andrie ditempatkan di ruang perawatan intensif dengan standar sterilisasi yang sangat tinggi. “Mengacu pada tingkat keparahan luka, korban memerlukan perawatan intensif dalam kondisi yang steril agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,” jelas Jane.
Kasus ini menarik perhatian serius pucuk pimpinan Polri. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus untuk mengusut tuntas aksi teror ini. “Kami dari segenap personel Polri, baik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, termasuk Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” tegas Irjen Isir dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Kronologi Kejadian
Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi saat korban melintas di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat menggunakan sepeda motor. Dua orang pelaku laki-laki yang berboncengan motor matik tiba-tiba menghampiri korban dengan posisi nekat melawan arus jalan. Pelaku diduga menggunakan motor Honda Beat keluaran 2016-2021 dan salah satunya terlihat mengenakan masker hitam penutup wajah.
Dalam jarak dekat, pelaku langsung menyiramkan cairan korosif ke arah tubuh Andrie hingga korban berteriak kesakitan dan terjatuh. Serangan mendadak tersebut menyebabkan luka bakar kimia serius pada area wajah, dada, serta kedua tangan aktivis KontraS tersebut. Kondisi mata kanan korban dilaporkan menjadi area yang paling terdampak parah akibat paparan langsung cairan kimia berbahaya itu.
Pihak KontraS menyebut pelaku pertama mengenakan helm hitam, sementara pelaku kedua memakai kaus biru tua dan celana jeans pendek. Aparat kepolisian kini tengah mendalami ciri-ciri pelaku dan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap motif di balik aksi teror ini.
Profil dan Sosok Andrie Yunus
Andrie Yunus dikenal luas sebagai aktivis yang vokal berada di garis depan dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara. Sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, ia aktif melakukan advokasi terkait isu pelanggaran HAM dan reformasi sektor keamanan.
Rekam jejaknya di dunia advokasi hukum publik telah terbentuk sejak ia masih berkecimpung di berbagai lembaga bantuan hukum. Pendidikan tinggi hukum ditempuh Andrie di STH Indonesia Jentera pada rentang tahun 2016 hingga 2020 melalui jalur beasiswa.
Selama masa studi, ia menunjukkan kepedulian tinggi terhadap akses keadilan melalui skripsi yang membahas peran penting paralegal. Sebelum dikenal luas sebagai bagian dari KontraS, Andrie Yunus lebih dulu membangun pengalaman di dunia bantuan hukum. Berdasarkan informasi di akun LinkedIn miliknya, Andrie pernah menjalani sejumlah pengalaman awal sebagai legal intern.
Ia diketahui pernah menjadi Legal Intern di LBH APIK Jakarta. Selain itu, Andrie Yunus juga berpengalaman sebagai Legal Intern di LBH Jakarta. Setelah menjalani masa magang, Andrie Yunus berkarier di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebagai advokat hukum publik pada 2020 hingga 2022.
Setelah menyelesaikan kiprahnya di LBH Jakarta, profil Andrie Yunus memasuki babak baru ketika ia bergabung dengan KontraS pada 2022. Di KontraS, ia aktif terlibat dalam berbagai advokasi, kampanye, dan pernyataan sikap organisasi terkait kebijakan negara yang dinilai berdampak pada kebebasan sipil. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS.
Jabatan tersebut menunjukkan bahwa Andrie Yunus tidak hanya sebagai anggota biasa, tetapi juga berada pada posisi strategis dalam organisasi. Salah satu ciri paling menonjol dalam profil Andrie Yunus adalah sikap kritisnya terhadap kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan sektor keamanan. Ia beberapa kali terlibat dalam advokasi dan kampanye publik terkait isu reformasi sektor keamanan, termasuk kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil.
Pada 2025, Andrie juga sempat menjadi sorotan publik setelah bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang berlangsung tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai tidak transparan. Selain terlibat dalam aksi publik, Andrie Yunus juga tercatat pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi. Dalam forum tersebut, ia memberikan keterangan dari perspektif masyarakat sipil.













