Komisi B DPRD Makassar Pastikan Stabilitas Harga Sembako Jelang Idulfitri
Komisi B DPRD Kota Makassar telah melakukan sidak di Pasar Terong untuk memastikan stabilitas harga sembako hingga perayaan Idulfitri. Sidak tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan bersama pemerintah daerah agar pasokan dan harga bahan pokok tetap terkendali.
Anggota Komisi B, Umiyati, menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tersedia dan mencegah praktik penimbunan yang bisa mengganggu ketersediaan dan harga bahan pokok. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga bahan pokok di pasar tradisional masih relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan.
Penjelasan Anggota Komisi B
Menjelang Idulfitri, permintaan terhadap berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga daging biasanya meningkat. Oleh karena itu, pengawasan diperlukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan dengan cara menimbun barang.
Umiyati menyampaikan bahwa pihaknya turun langsung ke pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan tersedia. Selain itu, mereka juga ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok yang bisa merugikan masyarakat.
Ia berharap pemerintah bersama pengelola pasar dapat terus melakukan pengawasan secara rutin sehingga masyarakat tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri. Yang terpenting adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan stok barang tetap aman.
Pemantauan oleh Perum BULOG
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, juga melakukan sidak untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Ia menyebut harga beras di lapangan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Harga beras sangat stabil, sesuai dengan harga HET. Beras SPHP harganya Rp12.500, kemudian beras premium Rp14.900 per kilogram. Tidak ada yang lebih tinggi dari HET,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Selain beras, harga minyak goreng juga dipastikan stabil dengan harga sekitar Rp15.700 per liter. Transparansi harga menjadi kunci pengawasan di tingkat pengecer. Pengecer, baik beras SPHP maupun minyak goreng, memasang banner harga sehingga para penjual tidak boleh menjual lebih dari harga HET.
Untuk komoditas lain seperti gula dan tepung, kondisi harga dinilai masih aman. “Alhamdulillah, gula harganya stabil, termasuk tepung juga stabil di sini. Mayoritas harga daging juga rata-rata bahkan di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP),” ujarnya.
Contoh Harga Daging dan Cabai
Rizal mencontohkan harga daging di Pasar Terong berada di bawah acuan pemerintah. “HAP-nya Rp140 ribu, di sini hanya sekitar Rp120 ribu. Kemudian ayam, yang biasanya HAP-nya Rp40 ribu, di sini harganya Rp32 ribu sampai Rp33 ribu. Ini menunjukkan stabilitas harga,” katanya.
Untuk komoditas cabai, harga di Makassar disebut masih lebih rendah dibandingkan daerah lain. “Cabai merah keriting di sini sekitar Rp20 ribu per kilogram, sementara di Jakarta sekitar Rp30 ribu. Cabai rawit di sini sekitar Rp60 ribu, sedangkan di Jakarta hampir Rp70 ribu lebih,” ujarnya.
Daftar Harga Komoditas Sembako di Pasar Terong
Berikut adalah daftar harga komoditas sembako di Pasar Terong:
- Beras Premium/kg: Rp14.900
- Beras Medium/kg: Rp13.500
- Beras SPHP/kg: Rp12.500
- Minyakita/liter: Rp15.700
- Gula Pasir/kg: Rp17.500
- Telur Ayam Ras/kg: Rp30.000
- Daging Ayam Ras/kg: Rp40.000
- Daging Sapi Murni/kg: Rp140.000
- Cabai Merah Keriting/kg: Rp37.000 – Rp55.000
- Cabai Rawit Merah/kg: Rp40.000 – Rp57.000
- Bawang Merah/kg: Rp36.500 – Rp41.500
- Bawang Putih/kg: Rp40.000
- Kedelai Impor/kg: Rp12.000
Rizal menambahkan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin tiga kali dalam sepekan. “Sehingga harga-harga ini tetap terkendali dan terkontrol sampai selesai Idulfitri,” ujarnya.











