Festival Beduk Sahur di Nunukan: Mempererat Persaudaraan dan Melestarikan Tradisi
Festival Beduk Sahur yang digelar dalam rangka memperingati Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen penting bagi masyarakat Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Acara ini menarik sekitar 570 peserta dari berbagai kelompok masyarakat yang berpartisipasi dalam lomba beduk sahur. Rute pawai dimulai dari Jalan Bahari hingga Alun-Alun Nunukan, dengan diperkirakan sekitar 2.000 warga menghadiri acara tersebut.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan melestarikan tradisi lokal. Bupati Nunukan, H Irwan Sabri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam mempererat persaudaraan dan menjaga nilai-nilai budaya serta agama yang ada di wilayah perbatasan ini.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menekankan bahwa tujuan utama dari lomba beduk sahur bukanlah menang atau kalah, melainkan bagaimana masyarakat dapat saling bersatu dan menjaga tradisi yang telah turun-temurun. Ia juga menyoroti pentingnya keberagaman suku dan budaya di Nunukan, yang membutuhkan kegiatan seperti ini untuk memperkuat rasa persatuan.
Acara ini juga menjadi wadah untuk menunjukkan toleransi antarumat beragama. Salah satu peserta berasal dari organisasi pemuda adat Dayak yang beragama non-Muslim, menunjukkan bahwa kerukunan dan keharmonisan antar komunitas bisa terjalin secara baik.
Rute Pawai dan Partisipasi Masyarakat
Pawai beduk sahur berlangsung dengan rute yang cukup panjang, mulai dari Jalan Bahari, kemudian melalui Jalan Yamaker, Jalan Tanjung, Jalan Pahlawan, Jalan Bhayangkara, dan Jalan Ahmad Yani hingga akhirnya tiba di Alun-Alun Nunukan. Sekitar 19 kelompok peserta mengikuti lomba ini, dengan jumlah peserta per kelompok berkisar antara 20 hingga 40 orang.
- Keramaian terbesar terjadi di Alun-Alun Nunukan, tempat acara berakhir. Warga yang hadir tidak hanya menyaksikan pawai, tetapi juga ikut merasakan semaraknya suasana malam Ramadan yang dipenuhi dentuman beduk dan antusiasme masyarakat.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, termasuk Pj Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan, Wakil Ketua II DPRD Nunukan Hj Andi Maryati, Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo, Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, serta Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas.
Penutupan dan Harapan Masa Depan
Penutupan festival dilakukan oleh Pj Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Ia menegaskan bahwa Festival Beduk Sahur bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat Nunukan.
- Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun, agar tradisi yang kaya akan nilai religius dan budaya tetap hidup di kalangan generasi muda. “InsyaAllah kita dapat kembali bertemu pada Festival Beduk Sahur tahun depan dengan semangat yang lebih meriah, kreativitas yang lebih baik, serta partisipasi masyarakat yang semakin luas,” ujarnya.
Pengumuman pemenang lomba beduk sahur akan dilakukan pada malam 1 Syawal 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan pawai takbiran di Kabupaten Nunukan. Acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat Nunukan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.













