Inter Milan Mengeluhkan Keputusan Wasit dalam Laga Melawan Atalanta
Setelah mengalami kekalahan di Derby della Madonnina pada pekan lalu, Inter Milan kembali kehilangan poin dalam pertandingan melawan Atalanta. Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza dalam laga pekan ke-29 Liga Italia, Sabtu (14/3/2026), berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini membuat Inter hanya unggul 8 poin atas AC Milan di puncak klasemen.
Jika Milan berhasil mengalahkan Lazio pada hari ini, jarak antara kedua tim akan berkurang menjadi 5 angka. Namun, hasil imbang tersebut tidak diterima oleh Inter Milan. Mereka merasa dirugikan dua kali oleh wasit Gianluca Manganiello yang memimpin pertandingan.
Kontroversi Pertama: Gol Atalanta yang Diperdebatkan
Pada menit ke-26, Inter unggul 1-0 berkat gol Francesco Pio Esposito. Namun, kontroversi pertama terjadi saat pemain Atalanta, Kamaldeen Sulemana, merebut bola dari Denzel Dumfries di dekat kotak penalti pada menit ke-82. Tembakan Sulemana bisa diblok kiper Yann Sommer, tetapi bola muntah disambar Nikola Krstovic untuk menyamakan kedudukan.
Inter melakukan protes keras karena merasa Sulemana melanggar Dumfries hingga bek mereka terjatuh. Namun, Manganiello tidak meniup peluit dan pengecekan VAR juga tidak mengubah keputusan sang wasit. Chivu meradang dan akhirnya diusir Manganiello ke luar lapangan.
Kontroversi Kedua: Tendangan Scalvini yang Diabaikan
Kontroversi yang lebih besar terjadi pada menit ke-86. Dalam sebuah perebutan bola di kotak penalti, kaki gelandang Inter, Davide Frattesi, terlihat jelas ditendang Giorgio Scalvini. Manganiello sekali lagi tidak meniup peluit dan VAR malah tidak menyatakan insiden itu layak ditinjau ulang lewat tayangan video.
Merasa dirugikan wasit sampai dua kali, Inter Milan pun ngambek. Tidak satu pun dari anggota klub mau berbicara kepada media usai pertandingan.
Isu “Liga Marotta” yang Terus Berlanjut
Selama ini Serie A sering diledek sebagai “Liga Marotta”, yang merujuk kepada Presiden Inter, Giuseppe Marotta. Inter dianggap sering mendapatkan kemenangan karena memperoleh kemudahan dari wasit. Tetapi, kejadian terbaru ini seperti mengenyahkan isu adanya Liga Marotta.
Setidaknya untuk insiden Frattesi, Inter Milan layak mendapatkan penalti. “Scalvini menendang kaki Frattesi setelah pemain Inter menerima bola. Itu penalti,” kata mantan pelatih I Nerazzurri yang menjadi komentator di DAZN, Andrea Stramaccioni. “Tidak ada yang perlu didiskusikan. Kita melihat 90 kali penalti diberikan dalam kejadian seperti ini.”
Insiden Sebelumnya: Pengaduan Inter pada Laga Lawan Milan
Pada pekan lalu, Inter juga merasa dirugikan dalam kekalahan 0-1 dari Milan. Mereka merasa seharusnya mendapatkan penalti karena gelandang Milan, Samuele Ricci, melakukan handball di dalam kotak terlarang. Namun ketika itu Komisi Wasit Italia menegaskan tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh Daniele Doveri selaku pemimpin pertandingan.
Sampai artikel ini dirilis, belum ada komentar yang dikeluarkan oleh Komisi Wasit Italia menyusul kejadian di laga Inter-Atalanta.











