Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi News

Haul ke-74 Nyai Nur Khodijah: Fakta Baru tentang Tahun Wafat Tokoh Pesantren Putri

Maret 14, 2026
Reading Time:3 mins read
Haul ke-74 Nyai Nur Khodijah: Fakta Baru tentang Tahun Wafat Tokoh Pesantren Putri

Fakta Baru Mengenai Wafatnya Nyai Nur Khodijah

Haul ke-74 pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Nyai Nur Khodijah, mengungkapkan fakta baru terkait tahun wafat tokoh ulama perempuan yang dikenal sebagai pelopor pesantren putri di Indonesia. Selama ini, catatan mengenai kewafatan istri KH Bisri Syansuri itu tercatat berbeda-beda dalam sejumlah sumber, mulai dari tahun 1949, 1952, 1953, 1955 hingga 1958.

Penelusuran terbaru yang dilakukan oleh peneliti sanad tiga pendiri Nahdlatul Ulama (NU), M Faishol, mengungkap bahwa perbedaan tersebut terjadi karena metode pencatatan pada masa lampau yang kerap menggunakan patokan peristiwa tertentu. “Sehingga, secara perhitungan, untuk Bu Nyai Nur Khodijah, sesuai hitungan hijriah, maka pada 2023 adalah Haul beliau yang ke-70, bukan ke-74,” ujar M Faishol dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa sebagian data diperoleh dari kesaksian langsung keluarga yang pernah menjadi santri Nyai Nur Khodijah. “Ia memberi data yang diperoleh dari ibunya yang merupakan santri Bu Nyai Nur Khodijah. Ini berdasar kesaksian ibu saya, bahwa saat Mbah Nyai Nur Khodijah wafat, kakak sulung saya belum lahir (Mbak Jamilah lahir pada Desember 1955). Ini komparasi saling melengkapi antara kesaksian ibu saya, dan data tertulis tahun Masehi 1955,” jelasnya.

Temuan penting kemudian muncul setelah ditemukan buku berjudul Risalah Akhir Sanah di Perpustakaan Ndalem Kasepuhan beberapa bulan lalu. Dalam buku tersebut, tertulis secara jelas waktu wafat Nyai Nur Khodijah. Menurut catatan itu, Nyai Nur Khodijah wafat pada 22 Ramadhan 1374 Hijriah yang jika dikonversi ke kalender Masehi jatuh pada Ahad, 15 Mei 1955 dalam usia 63 tahun. “Dalam buku Risalah Akhir Sanah tertulis kewafatan Nyai Nur pada 22 Ramadhan 1375. Agaknya keliru sedikit terkait tahun, yang semestinya adalah 22 Ramadhan 1374,” kata Faishol.

Menariknya, data tersebut juga menunjukkan bahwa Nyai Nur Khodijah lahir dan wafat pada bulan yang sama, yakni bulan suci Ramadhan. Ia tercatat lahir pada 21 Ramadhan 1314 Hijriah dan wafat pada 22 Ramadhan 1374 Hijriah.

Dikenal Sebagai Pelopor Pesantren Putri

Nyai Nur Khodijah dikenal sebagai tokoh perempuan yang menjadi pelopor pendidikan pesantren putri di Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang lembut, sabar, cerdas, tegas, disiplin, serta dikenal ahli tirakat. Selama kurang lebih 38 tahun, Nyai Nur mendampingi KH Bisri Syansuri dalam mengasuh Pesantren Denanyar.

Nyai Nur Khodijah merupakan putri dari pasangan Kiai Hasbullah dan Nyai Lathifah. Dari pernikahan tersebut lahir tujuh anak, yakni Abdul Wahab, Abdul Hamid, Nur Khodijah, Abdurrohim, Fathimah, Sholihah, Zuhriyah, dan Aminaturrohiyah. Putra pertama, Kiai Abdul Wahab lahir pada 1887, disusul Kiai Abdul Hamid pada 1890, dan Nyai Nur Khodijah sebagai anak ketiga yang lahir pada 1897.

Berdasarkan arsip ANRI berjudul Pendaftaran Orang Indonesia yang Terkemuka yang Ada di Jawa, tanggal kelahiran Nyai Nur Khodijah tercatat pada 21 Ramadhan 1314 Hijriah atau 23 Februari 1897. Pada usia sekitar 17 tahun, Nyai Nur Khodijah menikah dengan KH Bisri Syansuri yang kala itu berusia sekitar 27 tahun pada 1914.

Beberapa tahun setelah pernikahan, KH Bisri membantu pesantren mertuanya di Tambakberas sebagai persiapan memimpin pesantren sendiri. Pada 1917, ia kemudian mendirikan pesantren putra di Desa Denanyar. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1919, KH Bisri dan Nyai Nur Khodijah mendirikan pesantren khusus putri. Pesantren tersebut kemudian dikenal luas sebagai lembaga pendidikan yang mendidik perempuan agar menjadi pribadi bermartabat, memahami dasar-dasar keislaman melalui pengajian kitab kuning, serta mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.

Sejumlah tokoh perempuan pesantren juga pernah menimba ilmu kepada Nyai Nur Khodijah, termasuk keponakannya sendiri, putri dari KH Abdul Wahab Hasbullah, yakni Nyai Muktamaroh dan Nyai Mahfudhoh.

RELATED POSTS

Pertamina Kaimana Jamin Stok BBM Aman hingga Lebaran 2026

7 Fakta Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Pesan Terakhir Fanni Jadi Perhatian Keluarga

Bupati Biak dan Trash Hero Beraksi di Pasar Bosnik untuk Laut yang Terancam

Share61Tweet38

RelatedPosts

Siaga Lebaran 2026: SAR Natuna Turunkan 77 Personel dan Buka 5 Posko Hingga 30 Maret
News

Siaga Lebaran 2026: SAR Natuna Turunkan 77 Personel dan Buka 5 Posko Hingga 30 Maret

Maret 15, 2026
JK Mengira Pola Serangan ke Andrie Yunus Mirip Kasus Novel Baswedan: Ada Kelompok di Balik Ini
News

JK Mengira Pola Serangan ke Andrie Yunus Mirip Kasus Novel Baswedan: Ada Kelompok di Balik Ini

Maret 14, 2026
Jadwal TV Senin 16 Maret 2026: Film The Marksman dan The Karate Kid di Trans TV
News

Jadwal TV Senin 16 Maret 2026: Film The Marksman dan The Karate Kid di Trans TV

Maret 15, 2026
12 Jam Dihancurkan Iran, Israel Kunci Berita Kerusakan
News

12 Jam Dihancurkan Iran, Israel Kunci Berita Kerusakan

Maret 15, 2026
Anggota TNI AD Dicoret Setelah Terlibat Kasus Pidana
News

Anggota TNI AD Dicoret Setelah Terlibat Kasus Pidana

Maret 15, 2026
Strategi OTK Siram Air Keras ke Andrie Yunus Ternyata Pantau Asrama
News

Strategi OTK Siram Air Keras ke Andrie Yunus Ternyata Pantau Asrama

Maret 15, 2026
Next Post
Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini: 8 Kali Guguran Lava

Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini: 8 Kali Guguran Lava

Patrick Kluivert: Mimpi Piala Dunia 2026 di Tengah Perbedaan Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Patrick Kluivert: Mimpi Piala Dunia 2026 di Tengah Perbedaan Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Borneo FC Vs Persib Bandung: Ujian Mental Nadeo, Gawang Kebobolan dan Tidak Pernah Menang

Borneo FC Vs Persib Bandung: Ujian Mental Nadeo, Gawang Kebobolan dan Tidak Pernah Menang

Recommended Stories

daftar riwayat hidup tulis tangan

Contoh Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan diKertas Folio

November 3, 2021
Disnaker Depok Terima Delapan Pengaduan THR Tidak Cair

Disnaker Depok Terima Delapan Pengaduan THR Tidak Cair

Maret 14, 2026
Daftar Tema WordPress Paling Ringan dan SEO Friendly

Daftar Tema WordPress Paling Ringan dan SEO Friendly

Agustus 2, 2021

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN