Perayaan Kehidupan dan Penghormatan Terakhir untuk Dua Korban Kecelakaan
Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, suasana duka menyelimuti rumah keluarga Mustaki di Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Ratusan pelayat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada dua kakak beradik korban kecelakaan maut, Fanni Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki. Mereka meninggal dalam perjalanan menuju Manado setelah mengalami kecelakaan di Minahasa Selatan.
Pakaian Putih dan Suasana Khidmat
Jalan Pangeran Hidayat yang biasanya ramai dengan aktivitas warga, pagi itu berubah menjadi lautan manusia berpakaian putih. Pakaian putih dikenakan sebagai simbol kesucian dan penghormatan terhadap kedua almarhumah. Para pelayat duduk berjejer di sisi kiri dan kanan jalan, menciptakan suasana khidmat menjelang prosesi pelepasan.
Sejak pagi hari, rumah duka dipadati oleh keluarga, sahabat, ASN, guru, serta pegawai kejaksaan yang datang memberikan penghormatan terakhir. Sekitar pukul 07.35 Wita, keluarga bersama pelayat mulai mempersiapkan upacara pelepasan jenazah. Upacara tersebut menjadi perhatian besar karena dihadiri langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
Gubernur Gusnar Ismail Bertindak Sebagai Inspektur Upacara
Gusnar Ismail bertindak sebagai inspektur upacara atau pembina upacara pelepasan jenazah. Dengan penuh khidmat, ia memimpin jalannya prosesi yang diikuti ratusan pelayat. Suasana hening menyelimuti rumah duka ketika gubernur berdiri tegak di hadapan dua peti jenazah.
Dalam kesempatan itu, Gusnar menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga Mustaki. Ia menegaskan bahwa kepergian Fanni dan Yessi adalah kehilangan besar bagi masyarakat Gorontalo.
“Mereka adalah putri terbaik daerah ini. Satu berkiprah di dunia pendidikan, satu lagi di bidang hukum. Keduanya telah memberikan kontribusi nyata,” ujar Gusnar.
Kehadiran gubernur juga menjadi bentuk penghormatan pemerintah daerah terhadap profesi kedua almarhumah. Yessi Sukersi Mustaki dikenal sebagai guru bahasa Inggris dan Mandarin di SMP Negeri 5 Kota Gorontalo. Sementara adiknya, Fanni Anelsia Mustaki, bekerja sebagai Pranata Humas di bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
Tidak heran jika banyak guru dan pegawai kejaksaan turut hadir dalam prosesi pelepasan. Mereka datang bukan hanya sebagai pelayat, tetapi juga sebagai rekan kerja yang merasa kehilangan sosok berharga.
Prosesi Pelepasan yang Penuh Khidmat
Upacara pelepasan berlangsung penuh khidmat dengan doa-doa yang dipanjatkan untuk kedua almarhumah. Tangis keluarga pecah ketika jenazah mulai dipersiapkan untuk diberangkatkan ke pekuburan keluarga. Sesuai rencana, kedua korban akan dimakamkan di pekuburan keluarga yang berada tidak jauh dari rumah duka.
Prosesi pelepasan ini menjadi saksi betapa besar rasa cinta masyarakat terhadap Fanni dan Yessi. Dalam keluarga, Fanni dan Yessi merupakan tiga bersaudara. Satu saudara laki-laki mereka bekerja di Rumah Sakit Kandou, Manado. Kini, keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan dua putri terbaik sekaligus dalam satu peristiwa.
Kronologi Kecelakaan
Sebelumnya, kabar duka datang dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Sabtu (14/3/2026). Kakak beradik tersebut meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sapa, Kecamatan Tenga. Mereka menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA dalam perjalanan dari Gorontalo menuju Manado.
Tujuan perjalanan adalah mengunjungi rumah ibu mereka sekaligus berkumpul menjelang Lebaran. Namun rencana itu berubah menjadi kabar duka yang mengejutkan banyak pihak. Kasat Lantas Polres Minahasa Selatan, Iptu Engelina Yusuf, membenarkan peristiwa tersebut.
“Mereka berdua yang meninggal dunia,” ujarnya kepada TribunManado.Id. Ia menambahkan, satu penumpang bernama Doni mengalami luka ringan, sementara pengemudi mobil bernama Ismail mengalami luka berat.
Menurut Engelina, kecelakaan terjadi karena mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga pengemudi kehilangan kendali. Kendaraan keluar jalur, menabrak pohon, lalu menghantam sebuah rumah makan di pinggir jalan. Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek dan bangunan rumah makan rusak parah.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi mobil yang hancur dan atap seng bangunan roboh. Peristiwa tragis ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Gorontalo.
Tetangga korban, Apris Doda, menyebut keduanya dikenal sebagai pribadi ramah dan baik hati. “Kalau ketemu selalu menyapa tetangga. Orangnya baik-baik semua,” ujarnya. Kehilangan ini dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan sekitar yang sudah lama mengenal mereka.
Upacara pelepasan yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail menjadi simbol penghormatan terakhir dari pemerintah dan masyarakat Gorontalo. Prosesi ini diharapkan memberi kekuatan bagi keluarga Mustaki untuk tabah menghadapi cobaan besar. Kehadiran gubernur juga menunjukkan bahwa pemerintah daerah berdiri bersama rakyat dalam suka maupun duka.













