Puskesmas di Kabupaten Paser Tetap Buka Layanan Kesehatan Selama Arus Mudik Lebaran
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser memastikan bahwa seluruh Puskesmas tetap beroperasi selama periode arus mudik lebaran. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal, terlebih saat mobilitas meningkat menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pelayanan yang maksimal. Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Paser terdapat sembilan belas Puskesmas, sekitar sepuluh di antaranya menyediakan layanan rawat inap. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh perawatan medis yang memadai.
Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas juga dipastikan tetap beroperasi selama masa arus mudik. Tenaga kesehatan akan dijadwalkan secara bergantian sehingga pelayanan tetap berjalan lancar. Amri menegaskan bahwa kebijakan ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan penanganan kesehatan kapan pun dibutuhkan.
Selain itu, Puskesmas di Kabupaten Paser juga dilengkapi dengan sarana prasarana ambulan. Ambulans tersebut disiagakan di setiap Puskesmas untuk memastikan mobilisasi pasien bisa dilakukan dengan cepat jika diperlukan. Hal ini menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi situasi darurat.
Penugasan Tenaga Kesehatan di Pos Pengamanan dan Pelayanan
Selain membuka layanan di Puskesmas, Dinkes Paser juga telah menugaskan tenaga kesehatan untuk ikut membantu di pos-pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di beberapa wilayah. Tujuan dari tindakan ini adalah agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tetap bisa mendapatkan akses layanan kesehatan di titik-titik strategis.
Amri menjelaskan bahwa setiap momentum lebaran, biasanya ada tim gabungan yang ditempatkan di pos-pos yang didirikan. Para pemudik dapat beristirahat sementara waktu dan melanjutkan perjalanan jika tubuh mereka sudah dalam kondisi fit.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Saat Arus Mudik
Amri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan menjelang lebaran, terutama terkait pola makan. Ia menekankan bahwa perubahan pola makan saat berpuasa dan setelah Lebaran dapat memicu gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pola makan harus tetap dijaga dan tidak boleh mengalami perubahan signifikan.
Menurutnya, penyakit seperti hipertensi dan diabetes sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Untuk itu, masyarakat diminta agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan, khususnya saat perayaan Lebaran yang identik dengan hidangan berlemak dan manis.
Peringatan untuk Tidak Menunda Pemeriksaan Kesehatan
Bagi masyarakat yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan, Amri memperingatkan agar tidak menunggu sampai kondisi memburuk sebelum datang ke fasilitas kesehatan. Ia menyarankan agar masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan.
“Lebih baik sedia payung sebelum hujan,” ujarnya. Dengan demikian, masyarakat dapat meminimalkan risiko kesehatan yang muncul akibat perubahan pola hidup dan lingkungan selama arus mudik.
Puskesmas di Kabupaten Paser tetap siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama arus mudik.













