Masalah Pelayanan Perbankan yang Mengganggu Masyarakat
Dunia Ekonomi Kreatif Muda Indonesia (DEKRAFMI) Kabupaten Kerinci mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi pelayanan perbankan di Bank Jambi. Menurut mereka, manajemen bank tersebut harus segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki masalah yang masih berlangsung hingga saat ini.
Sejak terjadinya dugaan peretasan sekitar tiga minggu lalu, layanan ATM dan mobile banking milik Bank Jambi masih belum berjalan normal. Akibatnya, masyarakat kewalahan dalam mengakses dana mereka. Banyak nasabah terpaksa datang langsung ke kantor bank untuk menarik uang, yang menyebabkan antrean panjang.
Pada beberapa hari terakhir, antrean tersebut semakin parah, bahkan terlihat di tengah bulan puasa. Masyarakat harus berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan uang mereka sendiri. Hal ini juga terjadi pada staf desa yang membutuhkan dana besar untuk keperluan administrasi dan operasional desa.
Dampak terhadap Perputaran Ekonomi
DEKRAFMI Kerinci menilai bahwa kondisi ini akan berdampak buruk terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM. Ketika akses terhadap dana terhambat, daya beli masyarakat otomatis menurun, sehingga aktivitas ekonomi menjadi tersendat.
“Ketika masyarakat kesulitan mengakses uangnya sendiri, dampaknya langsung terasa ke pedagang kecil dan pelaku UMKM. Perputaran uang menjadi melambat,” jelas Juanda, perwakilan DEKRAFMI Kerinci.
Ia juga menjelaskan bahwa antrean panjang tidak selalu mencerminkan semua nasabah bisa mengakses layanan bank dengan mudah. Banyak masyarakat dengan saldo kecil memilih tidak ikut mengantre karena harus menunggu terlalu lama.
“Yang antre kebanyakan nasabah yang ingin menarik dana dalam jumlah besar. Sementara masyarakat yang dananya sedikit tentu tidak mungkin rela mengantre berjam-jam hanya untuk menarik uang yang tidak terlalu besar,” tambahnya.
Situasi yang Semakin Krusial
Situasi ini dinilai semakin krusial karena saat ini sudah memasuki H-4 menjelang Idul Fitri, di mana kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai meningkat drastis. Masyarakat membutuhkan dana untuk berbagai keperluan, termasuk persiapan Lebaran.
DEKRAFMI Kerinci pun meminta manajemen Bank Jambi segera menuntaskan persoalan tersebut dan memastikan layanan kembali normal. “Kami berharap dalam dua hari ke depan persoalan ini sudah harus selesai. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kesulitan, apalagi Lebaran sudah sangat dekat,” tegas Juanda.
Permintaan Transparansi dari Bank Jambi
Selain itu, DEKRAFMI juga berharap pihak Bank Jambi dapat lebih transparan kepada publik terkait proses pemulihan sistem. Dengan transparansi yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah tersebut tetap terjaga.













