Rindu yang Tak Pernah Hilang
Baim Wong, seorang aktor dan YouTuber ternama, mengungkapkan perasaan rindu mendalam terhadap sang ibunda selama bulan Ramadan dan Lebaran. Baginya, momen-momen suci ini menjadi pengingat akan kehadiran orang tua yang telah tiada. Rasa rindu itu tidak hanya muncul dalam bentuk pikiran, tetapi juga terasa sangat nyata dalam setiap aktivitas spiritual seperti salat.
Kangen akan masakan khas ibunya seperti sayur asem dan ikan peda sering kali muncul di benak Baim. Ia menyebutkan bahwa rasa kangen tersebut sering membuatnya menangis, terutama ketika sedang melaksanakan salat. “Kadang-kadang kalau lagi salat ya inget. Kadang-kadang kan kita juga suka lupa untuk doain, abis ngaji kadang-kadang suka inget, pas lagi salat inget (sampai menangis),” ujarnya dengan nada emosional.
Perjalanan Pulang Kampung
Baim Wong berencana untuk mudik ke Purwakarta, Jawa Barat, saat Lebaran tiba. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan ziarah ke makam sang ibunda. Ia juga ingin mengajak kedua putranya, Kiano dan Kenzo, untuk ikut serta dalam perjalanan ini. “Mudik paling standar sih ya, ke Purwakarta. Nyekar orang tua, ngajak Kiano-Kenzo ke sana. Kumpul keluarga aja,” kata Baim.
Pria berusia 44 tahun ini merasa antusias karena kedua anaknya sudah cukup besar dan tidak lagi memerlukan banyak perhatian ekstra saat mudik. Hal ini membuat perjalanan pulang kampung lebih lancar dan menyenangkan.
Keberhasilan Anak-Anak dalam Berpuasa
Salah satu hal yang paling disukai Baim Wong pada Ramadan tahun ini adalah keberhasilan anak-anaknya dalam menjalani puasa tanpa paksaan. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya sebagai orang tua. “Anak-anak yang paling berkesan tuh mereka mau puasa tanpa diiming-imingi hadiah. Wah itu saya senang banget pasti sebagai orang tua,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Pengalaman Spiritual yang Mendalam
Perasaan rindu yang dialami Baim Wong tidak hanya terkait dengan masakan atau kenangan masa lalu. Namun, ia juga merasa bahwa momen Ramadan dan Lebaran memberikan kesempatan untuk lebih dekat dengan Tuhan. Saat salat, ia sering merenung dan merasakan kehadiran sang ibunda dalam doa-doa yang dipanjatkannya.
Baim juga mengakui bahwa kehadiran sang ibunda dalam hidupnya masih terasa sampai saat ini, meskipun sudah tidak ada lagi di dunia ini. Ia percaya bahwa cinta dan pengaruh sang ibu tetap menjadi bagian dari kehidupannya.
Kesimpulan
Dengan perasaan rindu yang tak pernah pudar, Baim Wong terus mencari cara untuk merayakan Ramadan dan Lebaran dengan cara yang bermakna. Dari rasa kangen akan masakan hingga kebersamaan dengan keluarga, ia menemukan makna dalam setiap momen yang dilalui. Tidak hanya itu, keberhasilan anak-anaknya dalam menjalani ibadah puasa tanpa paksaan menjadi bukti bahwa nilai-nilai agama bisa diterima secara alami dan tulus.













