
Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H Mulai Padat
Arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) terpantau padat merayap pada Kamis (19/3/2026) pagi. Data yang dirilis menunjukkan bahwa sebanyak 41 ribu kendaraan telah melintasi Gerbang Tol Cikopo ke arah Cirebon pada periode pukul 00.00 hingga 08.00 WIB.
Momentum H-2 Lebaran Idul Fitri 1447 H yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 1948 Saka menjadi salah satu faktor utama meningkatnya volume kendaraan di jalur bebas hambatan tersebut. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya tren kenaikan jumlah kendaraan sejak dini hari tadi.
Ardam Rafif Trisilo, Head of Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Astra Tol Cipali, menjelaskan bahwa angka tersebut meningkat 1% dibandingkan periode yang sama di hari sebelumnya. Rata-rata volume kendaraan mencapai 5.200 kendaraan per jam.
Meskipun skema one way sedang diterapkan, Ardam menyebutkan adanya titik-titik perlambatan yang cukup mengganggu kelancaran arus. Ia mengidentifikasi perilaku pengemudi sebagai penyebab utamanya. Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan yang berhenti di bahu jalan menjadi penyebab utama perlambatan pada pagi hari ini.
Penanganan Tegas di Lapangan
Menyikapi hal tersebut, Petugas Astra Tol Cipali bersama pihak Kepolisian terus melakukan penyisiran untuk mensterilkan bahu jalan dari kendaraan yang parkir sembarangan. Mereka juga memberikan panduan kepada pengguna jalan agar tidak beristirahat di bahu jalan karena sangat berisiko bagi keselamatan perjalanan.
“Kami terus melakukan penanganan cepat di lapangan untuk kendaraan yang mengalami kendala dan mengarahkan pengguna jalan agar tidak beristirahat di bahu jalan karena sangat berisiko bagi keselamatan perjalanan,” ucap Ardam.
Solusi ‘Keluar Tol’ Jika Rest Area Penuh
Terkait keterbatasan kapasitas rest area yang sering memicu antrean hingga ke badan jalan, Ardam menyarankan alternatif bagi para pemudik yang lelah. Ia menyarankan pengguna jalan untuk memanfaatkan gerbang tol terdekat sebagai alternatif tempat beristirahat jika kapasitas rest area terpantau penuh.
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang tarif tol jika harus keluar-masuk gerbang tol untuk beristirahat. “Kami menjamin bahwa beristirahat di luar area jalan tol tidak akan dikenai biaya tambahan, mengingat sistem transaksi tertutup di jaringan Tol Trans-Jawa menghitung tarif berdasarkan jarak tempuh perjalanan (akumulasi per kilometer),” jelas Ardam secara rinci.
Imbauan untuk Pemudik
Pemudik diimbau untuk tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah tidak bugar. Ardam juga meminta kesiapan teknis kendaraan menjadi prioritas. “Kami imbau seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi fisik dalam keadaan bugar, serta kesiapan kendaraan yang prima, mulai dari kecukupan BBM, daya listrik, hingga saldo uang elektronik,” katanya.













