Presiden Prabowo dan Jajaran Kabinet Merah Putih Menunaikan Zakat
Di tengah suasana religius yang mengisi ruang utama Istana Negara, Jakarta, pada (13/3/2026), pusat pemerintahan tiba-tiba berubah menjadi tempat syahdu untuk penyerahan rukun Islam ketiga, yaitu zakat. Momen ini terjadi saat Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih menunaikan kewajiban berzakat. Mereka menyalurkan hartanya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam sebuah agenda bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia.”
Pelaksanaan ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian pembuka sebelum sidang kabinet paripurna dimulai. Tampak hadir, mulai dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, para menteri dan wakil menteri, deretan kepala badan, penasihat khusus, hingga asisten khusus presiden.
Di sudut layanan khusus Istana, Ketua Baznas, Sodik Mudjahid langsung menerima harta Presiden Prabowo, sambil melantunkan doa tulus bagi para pembayar zakat atau muzaki. Tercatat, gerai layanan di pusat pemerintahan hari itu sukses menghimpun dana menembus Rp3,8 miliar dari 111 orang Kabinet Merah Putih.
Harus Memberi Contoh
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa para pejabat harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk membayar zakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk peran penting dari Baznas.
“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukkan lagi peran yang sangat penting dari Baznas,” ujar Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna.
Ia menekankan bahwa semua lembaga keuangan dan ekonomi harus bisa berkonsolidasi dengan baik. Tujuannya agar bisa mengoptimalkan potensi ekonomi bangsa.
“Baznas ini, semua lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, dan kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” kata dia.
Baznas Targetkan Kumpulkan Zakat Rp515 Miliar di Periode Ramadan
Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa Baznas pada Ramadan 1447 H/2026 M ini menargetkan bisa menghimpun dana zakat sebesar Rp515 miliar. Untuk target keseluruhan selama 2026, angkanya mencapai Rp1,4 triliun.
Angka tersebut merupakan target Baznas tingkat pusat. Jika digabung dengan Baznas daerah, target secara keseluruhan mencapai Rp66 triliun.

Zakat Penolong Umat dan Di Akhirat
Lebih lanjut, Sodik menjelaskan bahwa zakat merupakan penolong umat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, zakat juga bisa menolong di akhirat bagi yang mau menyalurkannya.
“Istilah kami adalah zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami siap, Baznas siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan ketentuan syariat,” kata dia.

Dampak Zakat bagi Ekonomi Nasional
Dengan adanya pengumpulan zakat yang dilakukan oleh para pejabat, seperti Presiden dan jajaran Kabinet Merah Putih, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para mustahik.
Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung konsolidasi lembaga keuangan dan ekonomi akan memperkuat sistem zakat di Indonesia. Hal ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi bangsa secara lebih efisien dan efektif.
Dengan kolaborasi antara Baznas, lembaga keagamaan, dan instansi pemerintah, zakat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.













