Kelangkaan LPG 3 kg di Kalukku Mamuju Mengkhawatirkan
Warga Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kesulitan dalam mendapatkan tabung gas Elpiji 3 kilogram menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Masalah ini tidak hanya membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menimbulkan lonjakan harga yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Di beberapa pengecer di wilayah Kalukku, harga tabung gas melon dilaporkan mencapai Rp50 ribu per tabung. Harga tersebut dinilai sangat memberatkan warga, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada LPG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya dalam memasak.
Kondisi ini memicu kecemasan di tengah masyarakat, terlebih menjelang hari raya, di mana permintaan meningkat tajam. Seorang ibu rumah tangga (IRT), Nurdia, mengaku sudah berkeliling ke sejumlah pangkalan resmi untuk mencari gas elpiji, namun hasilnya nihil. Ia bahkan harus mendatangi beberapa lokasi berbeda demi mendapatkan satu tabung gas.
Menurutnya, gas elpiji justru lebih mudah ditemukan di tingkat pengecer. Namun, harga yang ditawarkan sudah sangat tinggi dan tidak sesuai dengan ketentuan HET. “Kita warga ini susah sekali. Kami butuh tabung gas, tapi sangat sulit didapatkan di pangkalan. Kalaupun ada, harus antre lama. Di pengecer memang ada, tapi harganya mahal sekali,” ujar Nurdia kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (19/3/2026).
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan tersebut, sehingga masyarakat tidak semakin terbebani, apalagi di momen menjelang Idul Fitri.
Dugaan Permainan di Tingkat Distribusi
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya. Mereka menilai distribusi LPG 3 kilogram tidak berjalan normal, sehingga mereka menduga ada permainan di balik kelangkaan ini. Warga menduga adanya permainan di tingkat distribusi yang menyebabkan gas lebih banyak beredar di pengecer dengan harga tinggi dibandingkan di pangkalan resmi.
Selain itu, meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan juga disebut menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan. Namun demikian, warga tetap berharap adanya pengawasan ketat dari pemerintah agar distribusi gas bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Tantangan bagi Masyarakat
Hingga saat ini, sebagian masyarakat Kalukku masih harus berjuang mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga yang terjangkau. Masalah ini tidak hanya memengaruhi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menunjukkan adanya celah dalam sistem distribusi yang perlu segera diperbaiki.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
* Peningkatan pengawasan terhadap distributor dan pengecer untuk memastikan harga sesuai HET.
* Penyediaan cadangan gas yang cukup menjelang musim liburan besar.
* Koordinasi antara pemerintah daerah dan BPH Migas untuk memastikan distribusi yang merata.
Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan dasar seperti LPG secara adil dan terjangkau, tanpa harus menghadapi tekanan harga yang tidak wajar.













