Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengajak para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) untuk menggunakan bantuan yang diberikan secara tepat guna. Ia menekankan pentingnya penggunaan dana tersebut untuk keperluan produktif, bukan konsumtif, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.
Idah menegaskan bahwa bantuan modal usaha harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa mendukung pertumbuhan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag), telah menyalurkan bantuan ekonomi produktif UMKM tahap enam belas sebesar Rp1,2 juta per penerima.
“Saya mengingatkan agar dana ini tidak digunakan untuk keperluan pribadi. Apalagi menjelang lebaran, jangan dipakai untuk membeli kue, gorden, baju baru, kursi, maupun untuk membayar utang,” ujarnya.
Bantuan tersebut hanya diberikan sekali, sehingga para penerima diharapkan memanfaatkannya secara optimal. Proses penyaluran dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh Baznas untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Bantuan ini merupakan hasil kerjasama antara Baznas dan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo.
Penyaluran Bantuan untuk Pengembangan Usaha
Program ini ditujukan kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif seperti kuliner, warung, jasa menjahit, dan usaha kecil lainnya. Pada tahap ini, bantuan disalurkan kepada 200 penerima manfaat, dengan rincian sebagai berikut:
- 29 pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo
- 30 pelaku UMKM di Kota Gorontalo
- 141 pelaku UMKM di Kabupaten Bone Bolango
Penerima bantuan ini diharapkan dapat memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka, seperti pembelian alat produksi, pengembangan produk, atau pemasaran. Dengan demikian, harapan besar adalah adanya peningkatan kualitas usaha dan pendapatan yang lebih stabil.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian daerah melalui dukungan terhadap UMKM. Dengan jumlah penerima yang cukup banyak, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat.
Bantuan ini juga dilengkapi dengan pendampingan dan pelatihan agar para pelaku usaha dapat mengelola dana tersebut secara efektif. Dengan kombinasi bantuan finansial dan pelatihan, diharapkan UMKM di Gorontalo akan semakin berkembang dan mandiri.
Sebagai bentuk pengawasan, Baznas melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada pihak yang berhak. Proses ini juga bertujuan untuk menghindari adanya penyalahgunaan dana dan memastikan transparansi dalam pengelolaan bantuan.
Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Gorontalo dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan lembaga sosial dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.













