Marc Marquez, pembalap Ducati, mengungkapkan perasaannya setelah bertarung sengit dengan Pedro Acosta dalam balapan pertama MotoGP 2026 di Thailand. Keduanya menjadi sorotan karena saling bersaing ketat dalam sesi sprint race MotoGP Thailand 2026 yang berlangsung di Sirkuit Chang Internasional, Buriram.
Dalam lomba tersebut, Marc Marquez harus puas finis di posisi kedua setelah kalah dari Acosta. Hal ini terjadi setelah Marquez mendapatkan hukuman turun satu strip akibat menyenggol Acosta pada bagian akhir balapan.
Kemenangan Acosta dalam sprint race itu membuat namanya semakin dikenal. Ia dikabarkan akan menjadi rekan setim Marquez di Ducati pada musim 2027 mendatang. El Tiburon, demikian panggilan akrab Acosta, dianggap sebagai sosok yang cocok untuk menggantikan Francesco Bagnaia karena memiliki karakter serupa dengan Marquez.
Saat ditanya tentang kekalahan dari Acosta dalam sesi sprint race, Marquez melontarkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Ia berkata, “Saya juara di musim perdana saya di kelas ini.” Pernyataan ini disinyalir mengandung nada menyinggung Acosta, yang belum bisa meniru kesuksesan Marquez saat debutnya di kelas utama pada 2024 lalu.
Pada musim 2024, Acosta tampil kompetitif sebagai rookie dan finish di peringkat keenam klasemen akhir. Berbeda dengan Marquez yang langsung menjadi juara dunia saat naik ke kelas tertinggi pada 2013 bersama Repsol Honda.
Menanggapi pernyataan tersebut, Marquez memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat keributan dengan siapa pun, termasuk Acosta. Meski ada isu bahwa Acosta menjadi korban ucapan kontroversialnya, Marquez memilih untuk menjaga hubungan baik jika nantinya mereka benar-benar menjadi rekan setim di Ducati.
“Tidak, saya sudah menyerah, saya berdamai dengan diri sendiri,” ujar Marquez, dilansir dari laman Motosan.
“Dan yang terpenting, saya mencari fondasi yang akan memungkinkan kita untuk membangun masa depan yang baik tahun ini,” tambahnya.
Marquez saat ini sedang berjuang untuk merebut gelar juara dunia ke-10 dalam sejarah MotoGP. Ambisi ini tetap mengalir meski ia tampak lebih tenang dan tidak terbebani seperti sebelumnya.
“Gelar kesepuluh akan menjadi hadiah, dan saya akan memberi tahu Anda alasannya,” kata Marquez menjelaskan.
“Mulai dari gelar kesembilan dan seterusnya, dan mengingat apa yang telah saya raih sejak cedera, apa pun yang terjadi, terjadilah.”
“Tentu saja, kami akan berusaha keras, kami akan bekerja untuk itu, kami akan terus berjuang dengan ambisi yang sama seperti biasanya, tetapi tanpa tekanan.”
“Saya merasa tenang dan damai,” tutupnya.













