Kehidupan Karina Ranau Pasca-Kehilangan Epy Kusnandar
Setelah kepergian suaminya, Epy Kusnandar, kehidupan Karina Ranau mengalami perubahan yang sangat besar. Rasa duka masih terasa begitu dalam di hati sang istri. Rumah yang dulu penuh tawa kini berubah menjadi tempat yang dipenuhi bayangan dan kesedihan.
Kondisi mental Karina sempat mencapai titik terendah. Ia mengalami gangguan psikologis yang serius, hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa kawasan Grogol untuk berkonsultasi dengan psikiater. Proses pemulihan ini tidak mudah, karena rasa kehilangan yang ia alami begitu nyata dan mendalam.
Karina mengakui bahwa ia membutuhkan bantuan medis profesional untuk bisa perlahan bangkit dari keterpurukan. Ia menjelaskan bahwa trauma yang ia alami tidak bisa disembuhkan hanya dengan waktu. Bahkan, apartemen yang selama 15 tahun mereka tempati kini menjadi tempat yang paling ia hindari.
“Setelah almarhum meninggal, pokoknya terakhir ketemu Papi pagi itu, sampai hari ini aku belum berani ke atas (apartemen),” ujarnya dikutip dari tayangan Rumpi Trans TV, Rabu (18/3/2026).
Ketakutan akan rasa sedih yang menyesakkan dada membuat Karina dan putranya, Quentin Kusnandar, sempat terlunta-lunta. Mereka memilih untuk berputar-putar di jalanan dan tidur di dalam mobil karena merasa asing dengan tempat tinggal mereka sendiri tanpa kehadiran sosok Epy.
“Bingung kita waktu itu mau ke mana karena aku nggak mau pulang ke sini. Akhirnya muter-muter sampai pagi kita tidur di mobil,” tambahnya.
Kondisi kesehatan mental Karina sempat sangat memprihatinkan. Ia mengaku kehilangan nafsu makan, tidak bisa tidur, bahkan merasa hampa hingga hampir kehilangan kesadaran akan realita. Melihat kondisi tersebut, Quentin dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa kawasan Grogol.
“Aku akhirnya sewa apartemen. Di sana aku mungkin ambruk, aku nggak kuat. Akhirnya sama Que (Quentin), aku dibawa ke rumah sakit jiwa yang di Grogol itu, ketemu psikiater,” ujarnya.
Meski telah mendapatkan bantuan medis dan obat-obatan, Karina menyadari bahwa luka kehilangan pasangan hidup tidak bisa sembuh dalam sekejap. Ia terus berusaha untuk bangkit, meskipun prosesnya sangat berat.
Karina Ranau dan Epy Kusnandar menikah pada 27 Juli 2008. Meski terpaut usia sekitar 20 tahun, pasangan ini dikenal harmonis dan jauh dari gosip miring selama bertahun-tahun. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putra bernama Quentin Stanislavski Kusnandar.
Epy sebelumnya pernah berjuang melawan penyakit kanker otak pada tahun 2010, namun berhasil sembuh. Sang aktor meninggal dunia Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB. Kehilangan Epy memberikan dampak yang sangat besar bagi Karina dan putranya, yang kini harus belajar untuk hidup tanpa sosok yang sangat dicintai.













