
Sejak lama, lebaran Idulfitri selalu dikaitkan dengan kebiasaan membeli baju baru. Tampil maksimal di Hari Raya sering dianggap sebagai tradisi yang tidak boleh dilewatkan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pola pikir masyarakat gen Z dan milenial mulai berubah mengenai pembelian pakaian lebaran.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Populix pada Maret 2026, ditemukan bahwa sebanyak 30 persen dari responden yang terdiri atas gen Z dan milenial tidak terlalu mengutamakan membeli baju baru untuk lebaran. Survei ini melibatkan 1.000 responden, dengan 51 persen di antaranya merupakan generasi Z dan 49 persen adalah milenial.
Dari jumlah tersebut, 30 persen responden menyatakan bahwa baju lebaran tidak harus selalu baru. Yang lebih penting bagi mereka adalah pakaian yang layak dan pantas digunakan. Selain itu, mereka juga lebih mempertimbangkan kondisi keuangan sebelum memutuskan untuk membeli baju baru. Sementara itu, 26 persen responden mengungkapkan bahwa jika kondisi keuangan mereka baik, mereka akan memilih untuk membeli baju baru.
“Meskipun hampir sepertiga dari responden masih mengaitkan Idulfitri dengan baju baru, mayoritas Gen Z dan Milenial kini memiliki pandangan yang berbeda. Mereka lebih cenderung memprioritaskan kelayakan dan kondisi keuangan daripada memaksakan diri untuk membeli baju baru,” ujar Susan Adi Putra, Research Director Populix, dalam pernyataan resmi.

Baju lebaran sarimbit jadi idola
Untuk lebaran 2026, baju lebaran sarimbit atau serasi menjadi pilihan favorit bagi gen Z dan milenial. Sebanyak 43 persen responden menyatakan bahwa keluarga besar mereka akan mengenakan baju lebaran yang serasi. Alasan utama mereka memilih baju sarimbit adalah simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga.
Di sisi lain, 24 persen responden memilih untuk tidak menggunakan baju lebaran sarimbit, sehingga setiap anggota keluarga bisa tampil bebas dan berbeda.
Uniknya, meskipun banyak gen Z dan milenial berpendapat bahwa baju lebaran tidak harus baru, hanya 2 persen responden yang benar-benar tidak membeli baju lebaran. Mayoritas tetap memilih untuk membeli baju lebaran dengan anggaran yang beragam.
Harga baju lebaran yang dipilih
Dari total responden, baju lebaran dengan rentang harga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu mendominasi dengan jumlah 32 persen. Di urutan kedua adalah baju dengan harga kurang dari Rp 300 ribu, yang dipilih oleh 25 persen responden. Sebanyak 14 persen responden memilih baju lebaran dengan harga Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Sementara itu, 6 persen responden memilih beli baju lebaran dengan harga di atas Rp 1,5 juta.

Bagaimana dengan kamu, Ladies? Apakah kamu tetap membeli baju lebaran tahun ini? Perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa generasi muda kini lebih sadar akan kebutuhan dan prioritas dalam merayakan lebaran. Meski begitu, tradisi membeli baju baru masih tetap ada, hanya saja dengan pendekatan yang lebih realistis dan bijak.













