Suhu Maksimum di Jakarta Mencapai 35,6 Derajat Celsius
Suhu maksimum di Jakarta pada periode 14 hingga 15 Maret 2026 lalu, tercatat mencapai 35,6 derajat Celsius. Angka ini dicatat oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Cuaca panas ini sudah berlangsung sejak minggu kedua bulan Ramadan 1447 Hijriah. Pertanyaannya adalah, sampai kapan Jakarta akan mengalami cuaca panas?
Beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa berdasarkan perkiraan BMKG, pada satu, dua, tiga hari ini cuaca cukup panas. Pramono juga menekankan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan warga tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, tetap diimbau untuk waspada dan menerapkan langkah pencegahan agar terhindar dari risiko kesehatan seperti dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke.
Cuaca Panas Ekstrem Masih Berpotensi Berlangsung
Menurut informasi dari BMKG, cuaca panas ekstrem di wilayah Jakarta masih berpotensi berlangsung hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, sekitar 20 hingga 22 Maret 2026. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan bahwa suhu panas yang dirasakan masyarakat beberapa hari terakhir kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Masih berpotensi (terasa panas hingga 20-22 Maret 2026),” kata Guswanto.
Menurutnya, suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim. Situasi tersebut membuat radiasi matahari dapat menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi. Kondisi ini diperkirakan masih terjadi selama masa peralihan musim.
“BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celcius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem,” ujarnya.
Imbauan untuk Warga Jakarta
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan sinar matahari berada pada tingkat tertinggi. Warga disarankan menghindari paparan langsung matahari terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan, seperti topi, payung, kacamata hitam, serta pakaian berlengan panjang. “Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,” jelas Guswanto.
Tips Pencegahan Cuaca Panas
Berikut beberapa tips yang diberikan oleh BMKG untuk mencegah risiko kesehatan akibat cuaca panas:
- Hindari aktivitas di luar ruangan pada jam 10.00 hingga 14.00 WIB.
- Gunakan perlengkapan pelindung seperti topi, payung, dan kacamata hitam.
- Kenakan pakaian berlengan panjang dan warna terang untuk melindungi kulit.
- Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi.
- Minum air putih secukupnya untuk mencegah dehidrasi.
- Jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup dan hindari konsumsi alkohol atau kafein.
Dengan mengikuti imbauan ini, masyarakat Jakarta dapat tetap aman dan nyaman meskipun menghadapi cuaca panas ekstrem.













