Perjalanan Kehidupan Atta Halilintar yang Penuh Pengorbanan
Nama Atta Halilintar kini menjadi salah satu tokoh publik yang sangat dikenal di Indonesia. Sebagai seorang YouTuber, pengusaha, dan suami dari Aurel Hermansyah, kehidupannya terlihat penuh dengan kesuksesan dan kemewahan. Namun di balik itu, ada kisah masa lalu yang penuh perjuangan dan pengorbanan.
Atta, yang resmi menikahi Aurel pada 3 April 2021, mengungkapkan bahwa masa kecilnya jauh dari kata mewah. Sebagai anak sulung dari 11 bersaudara, ia harus mengambil tanggung jawab besar untuk membantu orang tuanya mencari nafkah. Keputusannya untuk berhenti sekolah di bangku Sekolah Dasar (SD) bukan karena malas, melainkan karena kondisi keluarga yang sedang sulit.
Fakta mengejutkan pun terungkap bahwa Atta baru menyelesaikan pendidikannya setelah menempuh program Kejar Paket C saat usianya sudah menginjak 28 tahun. Ia mengatakan, “Aku lulusan SD. SMP-SMA-nya aku akhirnya ambil paket. Aku tuh pas ujian SMA tuh baru umur 28 kemarin.”
Perjuangan Atta tidak hanya berhenti di situ. Dari usia muda, ia sudah menunjukkan insting bisnis yang kuat. Di usia 13-14 tahun, ia berhasil mencetak omzet penjualan handphone hingga Rp1 miliar. Bahkan, ia pernah menjual kebab secara door to door tanpa merasa gengsi.
Cerita tentang masa lalu Atta yang menjual kebab ini bahkan sempat membuat Aurel Hermansyah terkejut. “Aku dulu pernah kaget, lagi makeup tiba-tiba makeup artist-nya cerita, ‘Rel kamu tahu nggak Mas Atta tuh pernah jualan kebab sama keluarganya di acara nikahan keluargaku’. Aku kaget! Hah? Kebab? Karena Atta belum cerita,” kata Aurel.
Atta membenarkan cerita sang istri. Ia mengakui bahwa setelah putus sekolah, ia rela menghabiskan masa remajanya untuk mendatangi acara-acara ulang tahun dan pernikahan demi menawarkan dagangan. “Pokoknya habis berhenti sekolah tuh aku jualin semuanya. Nanti ada acara dia pesen 100 porsi, 200 porsi, aku siapin tuh sama Thariq dan adik-adik ke sana,” ujarnya.
Selain lelah bekerja, Atta juga sering menahan lapar. Saat keluarganya menyantap sepotong telur dadar yang harus dibagi-bagi untuk belasan orang, ia selalu mengalah dengan mengambil bagian yang paling kecil atau memilih untuk tidak makan demi adik-adiknya. “Kalau bapakku punya anak 11 kan lelah ya dia. Tapi duitnya (jualan) kan bukan buat aku, buat orang tua ngidupin kita semua. Aku ngerasa cukup bertanggung jawab di kehidupan pada saat itu,” katanya.
Perjuangan berat yang dirasakannya nyatanya kini berbuah manis. Kehidupan pahit yang dulu ia lalui sukses menempa dirinya hingga menjadi miliarder muda seperti sekarang. Kisah hidup Atta Halilintar menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi melalui perjuangan dan ketekunan yang luar biasa.












