Puncak Arus Mudik di Terminal Purabaya Surabaya
Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya Surabaya mencapai puncaknya pada Rabu (18/3/2026). Sebanyak 52.669 penumpang tercatat memadati area keberangkatan, melampaui rekor harian sebelumnya. Gelombang penumpang datang sejak pagi hingga malam hari, membawa tas dan perlengkapan mudik. Kepadatan ini membuat sejumlah jurusan favorit seperti Tulungagung dan Ponorogo penuh sesak.
Lonjakan Penumpang Mudik
Terminal Purabaya Surabaya sepanjang Rabu (18/3/2026) hingga tadi malam dipadati 52.669 penumpang mudik. Jumlah ini melebihi dari jumlah penumpang harian selama arus mudik 2026. Mereka terus memadati terminal hingga tengah malam. Pantauan arus mudik di Terminal tersebut menunjukkan bahwa mereka datang bergelombang dengan membawa tas traveling dan bawaan.
Kepadatan penumpang mulai terasa sejak pagi. Gelombang penumpang terus berdatangan memadati areal keberangkatan. Kemudian terus mengalir hingga sore. Bersamaan dengan kepulangan karyawan yang pulang kerja, penumpang makin padat. Bahkan hingga malam, puluhan ribu penumpang terus berdatangan. Mereka hendak pulang mudik ke kampung halaman.
Kepadatan penumpang di terminal yang berlokasi di Desa Bungurasih Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jatim ini bahkan lebih padat dari sebelumnya. Selama arus mudik mulai 13 Maret 2026, Rabu kemarin disebut sebagai yang paling padat.
Dari data yang disampaikan pengelola Terminal Purabaya kepada surya.co.id, jumlah itu memang lebih banyak dari sebelumnya. “Sebelumnya paling banyak 45.000 an. Hari Rabu kemarin lebih dari 50.000,” kata Plt Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya Surabaya Verie Sugiharto.
Sesuai data laporan harian penumpang mudik, Terminal Purabaya pada Selasa (17/3/2026) dipadati 49.710 penumpang. Begitu juga pada Sabtu (14/3/2026) ada 45.300. Sementara pada Jumat (13/3/2026) bisa mencapai 45.751 penumpang.
Tak Terangkut
Saking padatnya, banyak penumpang sempat tidak terangkut. Kondisi ini terpantau di sejumlah jurusan. Terutama di jurusan-jurusan yang demand-nya memang tinggi. Semacam jurusan favorit. Yakni jurusan Tulungagung, Ponorogo, Malang, hingga Solo. Seperti di jalur jurusan Trenggalek lewat Kediri Tulungagung, banyak penumpang lama tidak terangkut.
Mereka menunggu berjam-jam agar bisa mendapat tempat di H-3 Lebaran. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejak di tangga turunan menuju shelter keberangkatan sudah menunggu banyak penumpang. Namun begitu bus sampai di shelter atau jalur keberangkatan, kondisi bus sudah penuh sesak. Bahkan bus jurusan Trenggalek lewat Kediri via tol Jombang itu sudah penuh sejak parkir.
Penumpang yang sudah hapal kondisi arus mudik lebih memilih naik saat bus parkir. Mereka bahkan saling berebut, adu kekuatan, agar mendapat tempat duduk. “Wah sudah penuh,” keluh Nurhadi, salah satu penumpang.
Saat bus dalam kondisi penuh sesak, bus hanya berhenti sesaat di shelter. Sementara di jalur keberangkatan ini sudah berjajar puluhan penumpang. Mereka tak terangkut karena bus penuh.













