Peran Ibadah dalam Bulan Ramadhan
Dalam bulan Ramadhan, Allah memberikan berbagai kelebihan yang sangat istimewa. Salah satu di antaranya adalah pahala ibadah yang dilipatgandakan. Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan menjaga kualitas kesalehan selama bulan suci ini.
Seorang tokoh muda yang dikenal sebagai dai, Tgk Nikmal Maula MPd, mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa waktu bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan meningkatkan ibadah. Menurutnya, salah satu nikmat terbesar dari Allah adalah kesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memanfaatkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak amal ibadah dan tidak terjebak dalam kenikmatan dunia.
Tgk Nikmal Maula juga menyampaikan bahwa umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW bahkan disebut memiliki rasa “cemburu” terhadap keistimewaan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad, khususnya dalam hal kesempatan menikmati keutamaan di bulan Ramadhan, termasuk malam Lailatul Qadar.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Berdasarkan keterangan Nabi Muhammad SAW, malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Nabi Muhammad SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah secara lebih kuat pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Bahkan, beliau mengajak keluarganya untuk bangun beribadah bersama demi meraih rahmat Lailatul Qadar.
“Sebagai umat Rasulullah, kita perlu meneladani beliau dengan menghidupkan malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan,” ujar Tgk Nikmal Maula.
Pentingnya Istighfar dan Tahlil
Selain itu, Tgk Nikmal Maula menekankan pentingnya memperbanyak istighfar. Nabi Muhammad SAW sendiri beristighfar setidaknya seratus kali setiap hari. Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk lebih banyak lagi memohon ampunan kepada Allah, mengingat banyaknya dosa yang diperbuat manusia. Orang yang melazimkan istighfar dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan ampunan, kebersihan jiwa, serta dibukakan pintu-pintu rezeki.
Ia juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak membaca kalimat tahlil La Ilaha Illallah, sebagai kalimat tauhid yang menjadi fondasi keimanan. “Syahadat La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah adalah rukun Islam pertama. Semua ibadah lain berdiri di atas fondasi kalimat tauhid tersebut,” jelas Tgk Nikmal Maula.
Zikir dan Doa dalam Bulan Ramadhan
Zikir, baik istighfar maupun tahlil, dapat dilakukan kapan saja. Namun, ada beberapa waktu yang sangat dianjurkan, seperti menjelang sahur, menjelang berbuka puasa, serta waktu-waktu mustajabah lainnya. Tgk Nikmal Maula menyarankan agar umat Islam memperbanyak zikir sebagai upaya memperbarui iman dan mendekatkan diri kepada Allah.
Akhirnya, Tgk Nikmal Maula mengingatkan umat Islam agar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan memperbanyak doa, memohon ridha Allah dan surga-Nya, memohon ampunan, serta meminta perlindungan dari murka Allah dan siksa neraka.












