Kejadian Percobaan Perampokan yang Menimpa Nursokim
Pada hari Senin (16/3/2026) sore, Nursokim menjadi korban percobaan perampokan saat sedang berjalan kaki di lampu merah Hek, Ciracas, Jakarta Timur. Kejadian ini menimpa seorang pedagang buah yang baru saja menerima pembayaran melalui cek dan mencairkannya langsung ke bank.
Nursokim bekerja sebagai pedagang buah dan baru saja menyelesaikan transaksi pembayaran melalui cek. Uang tersebut kemudian dicairkan langsung ke bank. Setelah itu, ia membawa uang senilai Rp 117 juta dalam kantong plastik yang dibekap di dadanya. Uang tersebut disimpan dengan cara yang sangat sederhana, namun ternyata membuatnya rentan terhadap tindakan kriminal.
Menurut informasi yang diperoleh, Nursokim bersama anak buahnya dari Pasar Induk menuju ke Tip Top. Tujuan mereka adalah untuk mencairkan uang yang diterima melalui cek. Dua orang anak buahnya turun untuk menurunkan barang, setelah itu mereka pulang.
Korban kemudian turun di lampu merah Hek karena tempat tinggalnya berada di seberang kali dekat lokasi kejadian. Saat berjalan menuju kos, dua orang tak dikenal mendekatinya dan sempat menanyakan sesuatu kepada korban. Tiba-tiba, korban dipukul menggunakan batu dari belakang hingga pingsan di lokasi kejadian.
Pelaku kemudian mengambil uang sebesar Rp 117 juta yang dibawa Nursokim. Warga yang melihat aksi pelaku langsung mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap di Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, ketika ditangkap, pelaku berontak dan kabur. Warga tidak mengejar dan hanya menyerahkan uang yang berhasil diamankan ke Polsek Kramat Jati.
Proses Penanganan Kasus
Setelah kejadian tersebut, Nursokim melaporkan kejadian ini ke Polsek Ciracas. Kepala Unit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Hotman Capandi, menjelaskan bahwa korban ditemani oleh anak buahnya saat melakukan transaksi pembayaran. Ia juga memastikan bahwa uang yang diterima korban telah diproses melalui sistem bank.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dari kasus ini adalah:
* Korban tidak menyimpan uang secara aman, sehingga mudah menjadi target.
* Pelaku bertindak secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.
* Warga yang melihat kejadian langsung memberikan bantuan, meskipun pelaku berhasil kabur.
Langkah-Langkah Pencegahan
Dari pengalaman Nursokim, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari kejadian serupa:
* Hindari membawa uang dalam jumlah besar secara langsung di luar rumah.
* Gunakan alat transportasi atau kendaraan pribadi untuk mengangkut uang.
* Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama di tempat ramai atau gelap.
Kesimpulan
Kasus perampokan yang menimpa Nursokim menjadi peringatan bagi para pedagang atau siapa pun yang memiliki uang dalam jumlah besar. Pentingnya kesadaran akan keamanan dan pengelolaan uang secara lebih baik harus diperhatikan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko terjadinya kejahatan bisa diminimalisir.













