Gresik – Ratusan warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebentar lagi akan memiliki rumah yang layak huni. Program pembangunan 145 unit rumah ditargetkan selesai pada Mei 2026, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meningkatkan kualitas perumahan di desa tersebut.
Program pembangunan rumah laik huni di Kecamatan Panceng merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah setempat dengan organisasi non-profit Habitat for Humanity Indonesia. Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah perumahan yang selama ini dialami masyarakat.
Kepala Desa Campurejo Amudi menjelaskan bahwa dalam penyediaan hunian yang layak, pemerintah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, karena anggaran DAK terbatas, diperlukan dukungan tambahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pemerintah menggandeng mitra seperti Habitat for Humanity Indonesia.
“Ada 21 rumah yang membutuhkan dukungan tambahan. Kami bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia agar program bisa berjalan maksimal,” ujar Amudi.
Amudi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik telah merancang program rumah laik huni selama empat tahun. Pada tahun pertama, fokusnya adalah perbaikan di RW 09, khususnya untuk menangani rumah-rumah yang terlalu padat serta keluarga yang tinggal di lahan milik desa.
“Banyak warga yang sebelumnya tinggal di area tanah milik desa hingga terlalu padat. Satu rumah bisa dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga di RT 31–32 RW 09 Desa Campurejo ini,” jelasnya.
Selain itu, kawasan kumuh telah diidentifikasi di RW 01, RW 03, RW 04, dan RW 09 dengan total 474 keluarga. Kondisi ini menyebabkan banyak rumah tangga mengalami keterbatasan akses terhadap pasokan air bersih.
Project Coordinator Habitat for Humanity Indonesia Rudhi Virgarius menyampaikan bahwa kolaborasi antara Habitat dan Pemerintah Kabupaten Gresik sudah berlangsung lama. Ia menilai upaya pemerintah sangat baik, dengan melibatkan banyak pihak.
“Ini seperti warga membeli perumahan, lingkungannya bagus, huniannya juga laik, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik lagi,” kata Rudhi.
Sejak 2015 hingga 2025, lanjut Rudhi, Habitat Indonesia telah memberikan layanan kepada sekitar 8.000 individu di seluruh Kecamatan Wringinanom, khususnya di Desa Kesambenkulon, Mondoluko, dan Sooko, Gresik. Total terdapat 1.583 hunian baru, 1.065 keluarga mendapatkan akses terhadap air bersih, serta 100 rumah direnovasi agar menjadi lebih laik huni.
Rudhi mengungkapkan bahwa untuk mengakomodasi kebutuhan rumah yang tidak termasuk dalam anggaran DAK, Habitat berkolaborasi dengan beberapa mitra, salah satunya Trilliun Group.
Sementara itu, Project Leader Trilliun Group Maxwell Prijadi menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menjaga komitmen untuk hadir dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik. Dia menilai bahwa hunian yang laik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Trilliun Group selalu berupaya menjadi bagian dari solusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, kami menyalurkan bantuan produk pipa, plumbing, dan sanitary untuk mendukung terciptanya hunian yang layak,” jelas Maxwell.
Kontribusi Trilliun Group, jelas Maxwell, merupakan bagian dari tekad pihaknya untuk ikut berkontribusi dalam memastikan akses air bersih dan sanitasi yang layak dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Partisipasi PT. Matahari Putra Makmur yang memproduksi produk Trilliun menyalurkan bantuan produk pipa dan fitting uPVC serta lem PVC,” tandasnya.













