JAKARTA — PBB menyampaikan kecaman terhadap tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator Urusan Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan para aktivis yang berjuang untuk menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia.
Volker Turk, Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, menyampaikan pernyataannya melalui akun resmi @UNHumanRights. Dalam pernyataannya, Volker menyebut tindakan tersebut sebagai serangan yang sangat mengerikan. Ia juga meminta aparat penegak hukum di Indonesia segera mengadili pelaku serangan tersebut.
“Kami sangat prihatin atas serangan asam yang dialami Andrie Yunus. Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan ini harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (15/3/2026).
Selain itu, Volker menekankan pentingnya perlindungan terhadap aktivis HAM. Menurutnya, mereka memiliki peran penting dalam masyarakat karena sering kali menjadi suara bagi kepentingan kolektif. Ia menilai bahwa pembela HAM harus diberi kebebasan untuk menyuarakan isu-isu penting tanpa merasa takut atau khawatir akan ancaman.
Peristiwa penyiraman air keras terjadi pada pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie Yunus sedang mengikuti acara penyiaran di kantor YLBHI, Jakarta, yang membahas topik tentang Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia. Setelah kegiatan tersebut, ia berjalan melintasi Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Tiba-tiba, Andrie Yunus diserang oleh seseorang yang menggunakan sepeda motor. Pelaku melemparkan air keras ke tubuh korban. Akibatnya, korban mengalami luka bakar parah. Luka-luka tersebut terdapat di bagian tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata. Total luas luka bakar mencapai 24%.
Kejadian ini menimbulkan kekecewaan dan keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk organisasi HAM dan masyarakat umum. Banyak pihak menuntut agar kasus ini ditangani dengan serius dan adil, serta memberikan rasa aman bagi para aktivis HAM di Indonesia.
Beberapa langkah penting yang diharapkan antara lain:
- Penyelidikan cepat dan transparan oleh lembaga hukum terkait.
- Perlindungan hukum yang kuat bagi korban dan keluarga.
- Penegakan hukum terhadap pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian sosial.
Dengan demikian, upaya pencegahan serangan terhadap aktivis HAM harus terus dilakukan, baik melalui regulasi maupun kesadaran masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap individu dapat bekerja tanpa rasa takut dan tetap menjaga nilai-nilai keadilan dan kebenaran.













