Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi Kesehatan

Operasi Kanker Kelenjar Getah Bening, Seperti Apa Prosedurnya?

Agustus 13, 2021
Reading Time:4 mins read
Operasi Kanker Kelenjar Getah Bening, Seperti Apa Prosedurnya?

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah penyakit yang terjadi akibat adanya kerusakan pada sel-sel limfosit. Berbagai metode pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi dapat membantu mengendalikan penyakit ini. Selain dengan cara-cara tersebut, operasi juga merupakan salah satu cara untuk mengobati kanker kelenjar getah bening.

RELATED POSTS

Warga Diingatkan Waspadai Dampak Cuaca Panas Jakarta

Dinkes himbau warga waspadai cuaca panas Jakarta, ancaman dehidrasi hingga heatstroke

Aturan Minum Kopi untuk Anda yang Meminumnya Setiap Hari

Apa itu operasi kanker kelenjar getah bening?

Operasi kanker kelenjar getah bening adalah prosedur medis yang diperuntukkan bagi pasien penderita limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Limfoma sendiri merupakan salah satu jenis kanker darah yang terjadi di sel darah putih bernama limfosit.

Limfosit berperan sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melindungi Anda dari berbagai infeksi atau penyakit. Nah, ketika seseorang terkena limfoma, sel-sel limfosit di dalam tubuhnya berkembang secara tidak terkendali dan menumpuk di kelenjar getah bening. Kondisi inilah yang menyebabkan kanker.

Limfoma tergolong sebagai jenis kanker yang sangat langka. Namun, pada kasus kanker darah, jenis kanker getah bening adalah yang paling sering ditemukan.

Menurut laman American Society of Hematology, sekitar setengah dari kasus kanker darah yang terjadi setiap tahunnya merupakan limfoma. Penyakit ini paling banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut, yaitu di atas 55 tahun dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki.

Peluang kesembuhan untuk penyakit ini bergantung pada tingkat keparahan kanker yang diderita.

Salah satu pilihan penanganan medis yang dapat ditempuh untuk mengatasi kanker kelenjar getah bening adalah operasi. Namun, dalam banyak kasus, operasi biasanya dilakukan untuk mendiagnosis limfoma dan mengetahui tingkat keparahannya.

Dengan kata lain, pelaksanaan operasi untuk mengobati kanker getah bening tergolong cukup jarang.

Pengobatan limfoma yang paling utama biasanya adalah kemoterapi, radioterapi, dan transplantasi sumsum tulang.

Kapan operasi ini perlu dilakukan?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, operasi bukanlah jalan yang lazim ditempuh untuk menyembuhkan kanker getah bening. Secara umum, operasi ini dapat dilakukan dalam 3 kondisi seperti di bawah ini.

1. Menentukan stadium kanker

Dalam proses pemeriksaan, dokter perlu mengetahui stadium kanker kelenjar getah bening sehingga pengobatan yang tepat dapat dijalankan. Proses ini dinamakan dengan biopsi.

Dengan mengambil sebagian atau seluruh kelenjar getah bening lewat operasi, dokter akan memeriksa sejauh apa tingkat keparahan kanker yang pasien derita.

2. Mengobati organ tubuh yang terdampak kanker

Biasanya, kanker kelenjar getah bening akan memengaruhi area perut pasien sehingga perlu dilakukan operasi untuk menanganinya.

Operasi dijalankan untuk mengangkat tumor yang terdapat di perut. Setelah operasi ini, pasien masih perlu menjalani kemoterapi atau radioterapi selama masa pemulihan.

3. Mengangkat limpa

Pada jenis kanker kelenjar getah bening tertentu, seperti splenic marginal zone lymphoma, dokter perlu melakukan prosedur pengangkatan limpa agar sel-sel kanker dapat berkurang.

Namun, prosedur ini berisiko tinggi karena setelah operasi, pasien tidak akan memiliki organ limpa. Pasalnya, limpa diperlukan tubuh untuk melawan infeksi dengan baik. Maka itu, diperlukan pengawasan lebih lanjut oleh dokter agar pasien memiliki risiko rendah terkena infeksi.

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum operasi kanker kelenjar getah bening?

Sebelum dokter menentukan apakah pasien memerlukan operasi atau tidak, diperlukan pemeriksaan secara lebih mendalam.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • pemeriksaan fisik,
  • tes darah,
  • CT scan,
  • PET scan,
  • MRI scan, dan
  • USG

Setelah dipastikan Anda kandidat yang sesuai untuk menjalani operasi kanker kelenjar getah bening, dokter akan memberi tahu apa saja manfaat dan risiko dari prosedur ini, serta apa saja yang harus disiapkan.

Tanyakan pada tim medis secara detail apa pun yang perlu Anda ketahui, mulai dari durasi operasi, efek samping dan komplikasi, hingga pengobatan pascaoperasi.

Selain itu, berikut adalah beberapa hal umum yang harus Anda perhatikan sebelum menjalani operasi kanker.

  • Beri tahu dokter apa saja obat-obatan yang sedang dikonsumsi, mulai dari obat medis, vitamin, natural, hingga suplemen.
  • Biasanya, dokter akan meminta Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat anti-inflamasi dan obat pengencer darah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko perdarahan selama operasi.
  • Informasikan pula jika Anda pernah memiliki riwayat alergi terhadap obat anestesi atau bius.
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol sebelum operasi.

Bagaimana proses operasi kanker kelenjar getah bening?

Sebelum operasi dimulai, dokter akan memberikan obat anestesi atau bius. Jenis obat bius yang diberikan tergantung pada seberapa besar operasi yang dilakukan.

Apabila Anda menjalani operasi biopsi untuk penentuan stadium kanker, biasanya dokter akan memberikan obat bius lokal. Obat ini hanya bereaksi pada bagian tubuh yang akan dioperasi.

Sementara itu, apabila jenis operasi yang dilakukan cukup besar, Anda akan menerima obat bius total. Obat ini akan membuat Anda tidak sadar selama operasi berlangsung.

Setelah Anda tertidur, sebuah tabung akan dimasukkan ke dalam mulut untuk membantu pernapasan Anda. Detak jantung, pernapasan, serta tekanan darah akan diawasi secara seksama selama Anda tidak sadarkan diri.

Selama operasi berlangsung

Sebagai gambaran, berikut adalah langkah-langkah operasi yang akan Anda lalui, tergantung pada jenis operasinya.

Biopsi

Operasi biopsi untuk menentukan stadium kanker kelenjar getah bening terbagi menjadi berbagai jenis, namun yang paling sering dilakukan adalah biopsi eksisi dan insisi.

Pada biopsi eksisi, dokter akan mengambil seluruh bagian kelenjar getah bening yang terdampak sel kanker. Operasi dilakukan dengan membersihkan area yang akan dibedah terlebih dahulu, kemudian dokter bedah akan mengangkat kelenjar getah bening Anda untuk diperiksa di laboratorium.

Laparotomi eksplorasi

Prosedur operasi ini diperuntukkan bagi pasien limfoma yang memiliki tumor atau sel kanker di perutnya. Obat bius yang digunakan adalah obat bius total.

Setelah area perut dibersihkan, dokter akan membuat sayatan dan mengangkat tumor atau area organ yang terdampak kanker.

Splenektomi

Splenektomi adalah operasi pengangkatan limpa yang dapat ditujukan untuk pasien kanker kelenjar getah bening.

Prosedur ini dilakukan dengan metode keyhole, di mana dokter hanya akan membuat sayatan kecil untuk mengangkat limpa. Dalam prosesnya, dokter akan memakai peralatan operasi khusus yang digunakan bersamaan dengan laparoskopi (tabung kecil dengan kamera dan senter).

Sesudah operasi

Durasi operasi kanker kelenjar getah bening akan tergantung pada apa metode operasi yang dilakukan. Biasanya, tubuh akan kembali pulih dalam 4-6 minggu.

Setelah operasi selesai, beberapa tabung dan selang masih akan terpasang pada tubuh. Fungsinya adalah untuk mengeluarkan sisa cairan dari tubuh pascaoperasi.

Anda mungkin baru bisa bergerak seperti biasanya dalam waktu beberapa hari. Biasanya, suster atau tenaga kesehatan lain akan membantu Anda untuk kembali aktif bergerak secara bertahap. Hal ini penting karena aktif bergerak akan mencegah terjadinya penggumpalan darah setelah prosedur operasi.

Anda juga akan mendapatkan instruksi mengenai apa saja makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi untuk mempercepat pemulihan.

Apa saja risiko dan efek samping operasi kanker kelenjar getah bening?

Seperti prosedur medis lainnya, operasi limfoma atau kanker getah bening juga menyimpan beberapa risiko dan efek samping.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika terjadi gejala-gejala berikut setelah operasi:

  • Demam disertai menggigil
  • Perdarahan di area bekas operasi
  • Rasa sakit dan nyeri di area bekas operasi yang tidak reda dengan obat penghilang rasa sakit
  • Sesak napas
  • Sakit di kaki, tangan, perut, dan kepala
  • Kesulitan buang air kecil
  • Urine berwarna merah, keruh, atau berbau tidak sedap
  • Diare atau sembelit yang tidak kunjung membaik dalam 2 har
Tags: KankerKanker Getah Bening
Share66Tweet41

RelatedPosts

Hindari 7 Kebiasaan ini yang Bikin Lelah
Kesehatan

Hindari 7 Kebiasaan ini yang Bikin Lelah

Agustus 15, 2021
Persiapan, Prosedur, dan Risiko Pemeriksaan MRI jantung
Kesehatan

Persiapan, Prosedur, dan Risiko Pemeriksaan MRI jantung

Agustus 13, 2021
6 Cara Mencegah Jamur pada Pakaian di Lemari Anda
Kesehatan

6 Cara Mencegah Jamur pada Pakaian di Lemari Anda

Oktober 11, 2021
6 Cara Tepat Mengatasi Anak yang Takut Suara Keras
Kesehatan

6 Cara Tepat Mengatasi Anak yang Takut Suara Keras

Agustus 13, 2021
Cara Memutihkan Kulit Wajah atau Tubuh secara Alami
Kesehatan

Cara Memutihkan Kulit Wajah atau Tubuh secara Alami

November 3, 2021
Menjaga Daya Tahan Tubuh Setelah Vaksin COVID-19
Kesehatan

Menjaga Daya Tahan Tubuh Setelah Vaksin COVID-19

Agustus 14, 2021
Next Post
Persiapan, Prosedur, dan Risiko Pemeriksaan MRI jantung

Persiapan, Prosedur, dan Risiko Pemeriksaan MRI jantung

Tempat Wisata di Banjarmasin Terbaru Paling Populer

Tempat Wisata di Banjarmasin Terbaru Paling Populer

Tempat Wisata di Pontianak Terbaru

Tempat Wisata di Pontianak Terbaru

Recommended Stories

web hosting murah

Layanan Web Hosting Murah Indonesia terbaik

Agustus 2, 2021
Ulah Hacker Curi Uang Kripto Senilai Rp 8,8 Triliun

Ulah Hacker Curi Uang Kripto Senilai Rp 8,8 Triliun

Agustus 15, 2021
Apa itu Debian? Berikut Ini Penjelasannya

Apa itu Debian? Berikut Ini Penjelasannya

Oktober 4, 2021

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN