Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Tetapkan Wisata Hiu Paus Botubarani sebagai Lokasi Pemantauan Hilal
Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani, yang terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Provinsi Gorontalo sebagai lokasi pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Syawal tahun ini. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik pengamatan utama dalam proses rukyatul hilal.
Objek wisata ini tidak hanya dikenal sebagai tempat yang indah dan menarik bagi para pengunjung, tetapi juga memiliki peran penting dalam kegiatan keagamaan masyarakat. Pada saat menjelang pelaksanaan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah, kawasan ini dipadati oleh banyak pengunjung. Meskipun masih dalam suasana bulan Ramadan, antusiasme masyarakat terhadap objek wisata ini tetap tinggi.
Rukyatul hilal adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda pertama di ufuk barat saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Metode ini digunakan untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah. Proses pengamatan ini dilakukan secara manual dengan mata telanjang, teleskop, atau teknologi pencitraan.
Pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 10.30 Wita, suasana di lokasi terlihat ramai. Pengunjung datang dari berbagai daerah, meskipun masih dalam suasana bulan Ramadan. Anton Pakaya, pengelola wisata, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung sudah terlihat sejak pagi hari. Ia menyebut, kondisi tersebut tetap terjadi meski masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa.
Ia mengatakan bahwa antusiasme wisatawan tidak surut, bahkan menjelang masa libur. “Ini saja puasa ada yang datang, termasuk saat sudah mau libur ini,” ujarnya. Terkait rencana pelaksanaan rukyatul hilal di lokasi tersebut, Anton mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, ia menilai kegiatan tersebut biasanya memang digelar di kawasan tersebut.
“Saya kurang tau, tapi biasanya pasti mereka datang,” imbuhnya. Ia juga menjelaskan bahwa Botubarani bukan lokasi baru untuk kegiatan pemantauan hilal. Menurutnya, tempat tersebut sudah beberapa kali digunakan pada tahun-tahun sebelumnya. “Sudah sering mereka buat di sini,” jelasnya.
Belum terlihat kehadiran petugas dari Kementerian Agama maupun BMKG di lokasi hingga Kamis jelang siang. Anton menduga para petugas akan datang pada sore hari mendekati waktu pengamatan. Sebelumnya, ia juga menyebut bahwa pada penentuan awal Ramadan, meskipun kegiatan utama dipusatkan di IAIN Sultan Amai Gorontalo, tetap ada pemantauan yang dilakukan di Botubarani. “Kemarin awal puasa ada hanya beberapa orang di sini pantau hilal juga,” tambahnya.
Penentuan Awal Syawal Melalui Pemantauan Hilal
Diketahui, Kementerian Agama Provinsi Gorontalo telah menetapkan kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani sebagai lokasi pemantauan hilal untuk penentuan awal Syawal tahun ini. Ketua Tim Urais Binsyar Kemenag Gorontalo, Safrianto Kaaowan, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan rukyatul hilal akan dilaksanakan di lokasi tersebut pada Kamis (19/3/2026).
Dalam keterangannya, Safrianto menjelaskan bahwa pemilihan Botubarani didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis, termasuk kondisi geografis yang mendukung pengamatan. “Pelaksanaan pemantauan di wisata Hiu Paus Botubarani, Desa Botubarani,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa lokasi tersebut dinilai strategis dan mampu menunjang proses pengamatan hilal secara optimal.
“Tempatnya strategis, sangat memungkinkan untuk pengamatan dan bisa menampung banyak orang,” jelasnya. Pemantauan hilal sendiri dijadwalkan berlangsung pada sore hari menjelang matahari terbenam, tepatnya mulai pukul 17.15 Wita.
Secara nasional, Kementerian Agama telah menetapkan sebanyak 117 titik pemantauan hilal untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kanwil Kemenag, instansi daerah, Pengadilan Agama, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.













