Kegiatan Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Balikpapan
Balikpapan, dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Kegiatan ini digelar pada 28 Ramadan 1447 Hijriah, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Kegiatan sosial ini melibatkan pekerja di Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC) bersama keluarga besar Pondok Pesantren Al Banjari. Tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menunjukkan rasa peduli terhadap sesama. Puluhan penerima manfaat hadir dalam acara ini, termasuk anak-anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu.
Mereka menerima bantuan berupa kebutuhan pokok serta dukungan moral agar tetap semangat menjalani kehidupan. Acara ini diinisiasi oleh komunitas sosial dan relawan setempat, menjadi momentum berbagi di penghujung Ramadhan. Saat itu, semangat kepedulian sosial semakin terasa di tengah masyarakat.
Nurlena Rahmad Mas’ud, istri Walikota Balikpapan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemberian bantuan materi, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Ia menekankan bahwa Ramadhan mengajarkan arti keikhlasan. Berbagi kepada mereka yang membutuhkan adalah cara sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan tausiyah singkat yang mengajak para hadirin untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarwarga melalui silaturahmi bersama keluarga besar Pondok Pesantren Al Banjari. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga di Kota Balikpapan.
Para penerima santunan tampak haru dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Bagi mereka, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu penerima mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, terutama di momen menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, namun memberikan dampak besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Di penghujung Ramadhan, nilai-nilai kemanusiaan kembali ditegaskan melalui aksi nyata berbagi dan saling peduli.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, santunan ini menghadirkan pesan bahwa kebahagiaan sejati dapat tercipta melalui tindakan sederhana, seperti membantu sesama tanpa pamrih. Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, dengan melibatkan lebih banyak pihak agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi,” tambah Nurlena.
Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan kepedulian diharapkan semakin kuat, sehingga mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis dan saling mendukung di Kota Balikpapan.












