Proses Negosiasi Penjualan LNG Masela Berkembang Pesat
Proses negosiasi penjualan liquefied natural gas (LNG) dari proyek Blok Masela kini sedang berjalan dengan lebih terarah. SKK Migas mengungkapkan bahwa jumlah calon pembeli potensial di pasar internasional kini telah mengerucut menjadi lima perusahaan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa sebelumnya ada puluhan perusahaan global yang tertarik untuk membeli LNG dari proyek ini. Namun, setelah melalui berbagai tahapan penjajakan, hanya lima perusahaan yang tersisa sebagai calon pembeli utama.
Lima Perusahaan Calon Pembeli LNG Masela
Kelima perusahaan tersebut antara lain Osaka Gas, Kyushu Electric Power, Shell Trading, bp Trading, dan Chevron Trading. Mereka kini tengah membahas ketentuan utama kontrak dengan konsorsium pengembang proyek.
Negosiasi terbaru dilakukan di Singapura dan Tokyo, yang melibatkan konsorsium pengembang proyek yang terdiri dari Inpex Corporation, PT Pertamina (Persero), dan Petronas. Djoko menyebutkan bahwa dalam kesempatan ini, pihak SKK Migas secara langsung memimpin negosiasi, yang dinilai sangat penting oleh para pihak terkait.
Perbedaan Harga Semakin Tipis
Menurut Djoko, baik pihak penjual maupun calon pembeli telah menyampaikan proposal final terkait harga LNG. Perbedaan penawaran harga kini semakin tipis, yaitu hanya sekitar 0,2% dari harga minyak acuan Brent crude oil.
Selain itu, konsorsium penjual berusaha menawarkan harga di atas asumsi harga yang tercantum dalam rencana pengembangan atau plan of development (POD) proyek tersebut. Dalam POD proyek Abadi Masela, sekitar 60% produksi LNG direncanakan untuk pasar ekspor, sementara 40% dialokasikan bagi kebutuhan domestik.
Kemungkinan Pengalihan LNG ke Pasar Dalam Negeri
Jika kesepakatan dengan pembeli internasional tidak tercapai, LNG tersebut berpotensi dialihkan untuk pasar dalam negeri melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Djoko menjelaskan bahwa jika pihak international buyer tidak dapat menerima tawaran harga dari pihak penjual maka seluruh LNG bisa diserap untuk kepentingan domestik demi ketahanan energi nasional.
Target Kesepakatan Harga dan Penandatanganan Kontrak
SKK Migas menargetkan kesepakatan harga dengan calon pembeli dapat diputuskan paling lambat April 2026. Setelah itu, penandatanganan head of agreement (HoA) atau gas sales agreement (GSA) yang bersifat mengikat ditargetkan berlangsung pada ajang IPA Convention and Exhibition 2026.
Tahap Berikutnya: Negosiasi Pembiayaan Proyek
Jika kesepakatan penjualan telah tercapai, tahap berikutnya adalah negosiasi pembiayaan proyek dengan lembaga keuangan guna mendukung realisasi investasi proyek LNG tersebut. Proses ini akan menjadi langkah penting dalam memastikan kelancaran pengembangan Blok Masela.












