Penemuan Mayat di Tumpukan Sampah Mencengangkan Warga

Mayat seorang perempuan ditemukan di tumpukan sampah di belakang rumah warga di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (9/3). Kejadian ini memicu kegundahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Menurut informasi yang diperoleh, awalnya warga mencium bau tidak sedap di depan rumah mereka saat sedang makan sahur sekitar pukul 02.00 WIB. Merasa curiga dengan bau tersebut, seorang warga bernama Basri melaporkan hal ini kepada Kepala Dusun sekitar pukul 03.00 WIB. Kepala Dusun bersama warga kemudian berusaha mencari sumber bau tersebut dari pukul 03.30 hingga 04.15 WIB, tetapi belum menemukan sumbernya.
Pagi harinya, warga kembali mencari sumber bau tersebut dan menemukan bagian kaki manusia di tumpukan sampah di belakang rumah Basri sekitar pukul 10.00 WIB. Warga langsung melaporkan temuan ini kepada polisi. Polisi kemudian melakukan olah TKP untuk mengidentifikasi korban.
Menurut Kapolsek Dolok Masihul, AKP HD Simanjuntak, mayat perempuan itu bernama Irawati (59), warga Dusun V, Desa Pulau Gambar. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tumpukan sampah.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, Iptu LB Manulang, menyatakan bahwa dari hasil olah TKP sementara, korban diduga merupakan korban pembunuhan. Jenazah Irawati kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Kasus Pembunuhan Terungkap, Dua Pelaku Ditangkap

Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus penemuan mayat perempuan di tumpukan sampah di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Senin lalu (9/3). Korban bernama Irawati (58).
Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, dua pelaku pembunuhan berhasil ditangkap, yaitu Anita Nasution (49) dan Zulkifli (30). Zulkifli diketahui sebagai menantu Irawati, sementara Anita adalah pengasuh anak Zulkifli.
Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu, menjelaskan bahwa kasus ini dimulai dari penculikan anak Zulkifli dan Marlina, yang tinggal bersama Irawati. Marlina merupakan anak perempuan Irawati dan sedang bekerja di Malaysia.
Zulkifli yang ditinggal merantau Marlina justru berpacaran dengan Anita. Mereka merencanakan penculikan terhadap anak Zulkifli yang masih berusia 3 tahun. Penculikan terjadi pada 8 Februari 2026.
A dan Z membawa anak itu ke rumah orang tua Z di Jalan Karya Kota Medan. Namun, pada 15 Februari, orang tua Zulkifli tak mau lagi merawat cucunya karena dianggap menyusahkan. Anita lalu mengambil anak itu dan membawa ke rumahnya tanpa sepengetahuan Zulkifli.
Pada 18 Februari, Anita melangsungkan pernikahan dengan seorang teman prianya yang lain, tanpa sepengetahuan Zulkifli. Polisi menyebut, Anita kesal karena Zulkifli tak kunjung menikahinya karena status Zulkifli dengan Marlina belum bercerai.
Anita dan Zulkifli kemudian bertemu untuk membahas hubungan mereka, sementara anak itu dititipkan pada tetangga Anita. Pada 6 Maret 2026, Anita berencana untuk membunuh Irawati. Motifnya karena kesal perkara uang.
Anita menghubungi Irawati untuk datang ke rumahnya. Saat Irawati datang ke kediaman Anita, di sana sudah ada Zulkifli. Mereka terlibat cekcok. Anita mendorong Irawati sampai terjatuh ke lantai. Di situlah kekesalan membuncah.
“Selanjutnya tersangka A mencekik korban. Karena korban masih bergerak, ia pun meminta bantuan kepada tersangka Z untuk memegang korban,” kata Jhon.
Keesokan harinya, Anita dan Zulkifli datang ke rumah Irawati untuk mencari suami Irawati, Efendi, untuk dibunuh juga. Tapi, sampai di sana, Efendi tidak ada. “Tersangka pun masuk ke dalam kamar korban dan mengambil barang milik korban berupa buku tabungan, paspor, amplop berisi Kartu Keluarga dan perhiasan milik korban. Namun, perhiasan tersebut bukan emas asli melainkan imitasi,” ujar Jhon.
Anita dan Zulkifli lalu kembali ke rumah untuk mengurus mayat Irawati. Mereka mengangkat Irawati dari dalam rumah dan membuang begitu saja mayat ke tempat pembuangan sampah di depan rumah mereka.













