JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin, mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketenangan di tengah meningkatnya konflik global yang berpotensi mengganggu stabilitas wilayah, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Menurut Sultan, situasi saat ini tidak hanya memengaruhi aspek geopolitik, tetapi juga menyentuh perasaan umat Islam yang sedang menjalani ibadah di bulan suci Ramadan menjelang Idul Fitri.
“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan lebih mengedepankan dialog. Momentum Idul Fitri seharusnya menjadi kesempatan untuk kembali pada nilai-nilai fitrah—kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan,” ujar Sultan dalam pernyataannya.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong perdamaian dan stabilitas global. “Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama,” tegasnya.
Selain itu, Sultan juga menyoroti bahwa konflik yang terjadi memiliki karakter asimetrik, bukan hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam arus informasi yang berkembang di ruang publik.
“Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas—jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan.”
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menyaring informasi, terutama di era digital dan kecerdasan buatan yang memungkinkan penyebaran disinformasi secara cepat dan masif. “Kita harus menjaga kejernihan berpikir. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan justru memecah persatuan,” tambahnya.
Sultan juga mengapresiasi sikap sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik sebagai langkah penting menuju de-eskalasi. “Langkah menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global. Ini perlu terus didorong sebagai jalan menuju perdamaian,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Sultan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan umat Muslim di dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah serta menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh ketenangan dan semangat persaudaraan.
“Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan,” pungkasnya.













