jateng. Bandung – Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memberikan libur panjang kepada para pemainnya setelah berhasil meraih satu poin dalam pertandingan melawan Borneo FC Samarinda di kandang lawan. Hasil imbang ini tidak menggoyahkan posisi Maung Bandung yang berada di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/26 hingga pekan ke-25.
Jeda kompetisi yang disebabkan oleh FIFA Match Day akhir Maret dimanfaatkan oleh Hodak untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para pemain. Pemain sempat mengalami beban jadwal yang padat, termasuk tampil di ajang AFC Champions League Two (ACL 2).
“Kami memberikan libur selama satu pekan karena liga sedang memasuki masa jeda dan pemain juga butuh istirahat. Sebelumnya ada jeda, tetapi kami masih tetap bermain di Liga Champions. Pemain saat ini merasa sangat kelelahan,” ujar Hodak.
Selain memberikan jeda fisik, Hodak juga mendorong pemain untuk benar-benar “cabut” sejenak dari atmosfer sepak bola. Ia menyarankan para pemain menikmati waktu bersama keluarga, terutama karena momen tersebut bertepatan dengan Idulfitri.
Menurutnya, penyegaran mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik menjelang fase krusial musim. “Sejenak mereka melupakan sepak bola dan ketika nanti kembali, mereka akan lebih siap menghadapi periode akhir liga,” tambahnya.
Persib kini berada di posisi ideal dalam perburuan gelar. Dengan koleksi 58 poin, mereka unggul empat angka dari Borneo FC di posisi kedua, serta dibayangi oleh Persija Jakarta di papan atas.
Namun, Hodak menyadari bahwa kompetisi belum selesai. Masih ada sembilan laga tersisa yang akan menjadi penentu nasib Maung Bandung. Setiap pertandingan yang dijalani oleh tim akan menjadi tantangan besar untuk menjaga posisi di puncak klasemen.
Strategi Jeda Kompetisi
Beberapa strategi yang diterapkan oleh Bojan Hodak selama jeda kompetisi antara lain:
- Pemulihan Fisik: Pemain diberi kesempatan untuk pulih secara fisik setelah menjalani jadwal yang sangat padat. Hal ini dilakukan agar pemain tidak mengalami cedera atau kelelahan berlebihan.
- Penyegaran Mental: Selain fisik, pemain juga diberi waktu untuk melupakan sepak bola sementara waktu. Ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan motivasi ketika kembali berlatih.
- Waktu Bersama Keluarga: Khususnya pada momen Idulfitri, pemain dianjurkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Hal ini bisa membantu meningkatkan keharmonisan hubungan personal dan membuat pemain lebih bahagia.
Tantangan di Sisa Musim
Meskipun saat ini Persib berada di posisi teratas, tantangan di sisa musim tetap besar. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Ketahanan Tim: Kondisi fisik dan mental pemain harus tetap terjaga agar tidak mudah terpeleset di pertandingan-pertandingan mendatang.
- Strategi Lawan: Lawan-lawan seperti Borneo FC dan Persija Jakarta akan terus berusaha memperbaiki posisi mereka di klasemen. Persib harus waspada terhadap tekanan dari tim-tim kuat lainnya.
- Fase Akhir Liga: Di fase akhir liga, setiap poin sangat berharga. Persib harus mampu memaksimalkan setiap peluang untuk meraih hasil positif.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Persib Bandung memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara di BRI Super League 2025/26. Namun, hal itu akan bergantung pada bagaimana tim mampu menghadapi tantangan-tantangan yang ada di sisa musim.













